Rasa...
Arti Rasa adalah tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, seperti manis, pahit, masam terhadap indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa.
Rasa juga mengandung arti sesuatu yang di alami oleh badan, atau sifat rasa suatu benda.
Tapi Rasa yang aku maksud dan akan menjadi pemeran utama dari tulisan ini adalah Rasa Hati...Rasa Hati terhadap sesuatu perasaan.
Rasa Hati ini kadang aneh, memiliki sifat yang tidak bisa diprediksi, sulit untuk kita setir agar mudah di arahkan kemana rasa itu akan kita labuhkan. Kalaupun rasa ini bisa kita arahkan dan bisa kita tumbuhkan, itu mungkin akan memerlukan waktu yang teramat lama, tetapi biasanya rasa yang tumbuh ini tidak bertahan lama, bisa segera berubah jika tidak di pupuk terus oleh sifat pengertian yang tinggi.
Rasa Hati ini adalah sebagai sel utama dari sebuah hubungan, dimana sel itu akan terus berkembang dan berkembang jika telah menemukan tempat yang tepat.
Jadi...
Biarkan rasa itu mencari pelabuhannya sendiri..biarkan dia berjalan jauh, atau bahkan terbang sekalipun untuk menemukan tautannya.
Jangan kau halangi rasa itu untuk menemukan jiwanya jika memang sesuatu itu adalah benar adanya.
Biarkan rasa itu menari-nari bebas di setiap denyutan nafas kita.
Tetapi.....
Karena rasa kadang tidak bisa kita atur, dan terkadang pula dia berjalan seenaknya dia tanpa meperhatikan aturan yang benar, terkadang dia berjalan di rel yang salah, saat itulah kita harus gunakan logika kita.
Gunakan logika kita sekuat-kuatnya agar bisa membisikan dan meniupkan roh kebenaran kedalam rasa hati yang salah tersebut, agar rasa hati kita bisa dikendalikan dengan benar.
Oleh karena itu...
Janganlah Rasa hati itu di kotori oleh lumpur niat yang tidak baik.
Buatlah agar Rasa Hati dan Logika selalu berjalan beriringan, menari bersamaan dengan indah agar rasa hati itu tepat sasaran dan tercipta sebuah hubungan yang indah dan baik.
Rumah Sederhanaku.
Selamat Datang di Rumah ku yang sangat sederhana.... Silahkan nikmati segala apa yang aku suguhkan di sini.... Aku hanya punya ini..semoga bermanfaat
Minggu, 10 Juni 2012
Cemburu...
Kepadamu aku menyimpan cemburu, dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak yang di penuhi ragu.
Teralalu banyak runag yang tak bisa aku buka.
Mungkin jalan kita tak bersimpangan...ya..jalanmu...jalanku.
Meski diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.
Aku dan kamu seperti hujan dan teduh, ditakdirkan bertemu tapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seperti itulah cinta kita....
Seperti menebak abu-abu.
Teralalu banyak runag yang tak bisa aku buka.
Mungkin jalan kita tak bersimpangan...ya..jalanmu...jalanku.
Meski diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.
Aku dan kamu seperti hujan dan teduh, ditakdirkan bertemu tapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seperti itulah cinta kita....
Seperti menebak abu-abu.
Senin, 07 November 2011
Dua Gadis Remaja Pengamen jalanan.
Pengalaman ini sudah lama terjadi, tapi baru kali ini aku kefikiran menulisnya dan memasukan kedalam blog. lumayan....untuk memperbanyak isi blog-ku.
Pada suatu hari...
pokoknya hari minggu, tanggal dan tahunnya aku lupa, yang pasti waktunya sore, sepulang aku dari Jakarta, tepatnya dari terminal Rambutan.
Cerita ini terjadi didalam bis antar kota jurusan Jakarta-Merak.
Seperti biasa, sebagian dari perjalananku di dalam bis, aku habiskan dengan membaca.
Bis terus melaju kencang meski didalam tol kota, untungnya saat itu kondisi jalan begitu lancar.
Aku tetap konsentrasi dengan bacaanku, halaman demi halaman aku lewati, tanpa ada yang bisa mengalihkan perhatianku saat itu.
Saat asik-asiknya membaca, kemudian bis yang aku tumpangi berhenti. Kulihat kanan kiri dengan maksud mencari tahu sudah sampai manakah bis yang aku tumpangi sampai. Dan mataku tertuju kepada tulisan di papan petunjuk jalan, dan ternyata bis yang aku tumpangi sudah sampai Kebon Jeruk. Keramaian mulai terjadi, satu-dua pedagang asongan naik keluar masuk bis seraya menawarkan dagangan. sang kondektur berteriak mengajak kepada calon penumpang di luar sambil meneriakan nama jurusan dari bis tersebut.
Aku tetap dengan membacaku, meski mau tidak mau suara keramaian itu sedikit membuyarkan konsentrasi bacaku, akhirnya aku berhenti membaca, ku tebarkan pandanganku ke sekeliling, ternyata keramaian masih terjadi.
Saat bis akan jalan, saat itu juga masuklah dua gadis remaja dengan penampilan sederhana, yang satu bertopi dan yang satunya sambil membawa sebuah gitar. Dan saat itulah aku menyimpulkan jika dia mereka adalah seorang pengamen jalanan.
Jalanan...yaaahhh "jalanan", sebuah kata yang hampir semua orang menganggapnya memiliki makna kurang baik untuk sebuah profesi apapun itu. begitu juga dengan aku. Yang ada didalam benakku saat itu: Jalanan adalah Kotor, kumuh, kasar,dekil dan sejenisnya.
Kembali kepada dua gadis remaja tadi.
Mereka mencoba memulai untuk menawarkan suaranya, di awali dengan sambutan minta ijin dan ungkapan maaf jika kehadiran mereka akan mengganggu perjalanan para penumpang.
Satu lagu di bawakan...lupa apa judul lagunya, lagu dari sebuah band ibu kota. Tapi suaranya tidak jelek, lumayanlah jika di bandingkan dengan suara dan kemampuan aku nyanyi.
Satu lagu....dua lagu selesai...sampai akhirnya di lagu ke tiga aku memanggilnya, aku request lagu MATAHARIKU dari Agnes Monica, entah kenapa, pokonya aku lagi suka-sukanya dengan lagu itu. Mereka meng-iyakan permintaan ku unutk membawakan lagu tersebut.
Mulailah mereka membawakan lagu tersebut, meski hanya di iringi oleh sebuah gitar, buat aku lagu itu enak di dengarnya, lumayan merdu, entah karena cara membawanya atau emang karena aku lagi suka dengan lagu tersebut.
Selesailah penampilan mengamen mereka di akhiri dengan menadahkan topi dengan maksud meminta kerelaan dari para penumpang untuk memberikan sedikit rizkinya atas lagu-lagu yang mereka tampilkan, tiba dihadapanku aku berikan uang yang lebih atas permintaan laguku seraya mengucap terima kasih dan di jawab dengan kata terima kasih pula.
Setelah selesai tugasnya, mereka duduk didekat pintu bis sambil mengitung hasil jerih payah mereka untuk hari itu.
Bis tetap melaju dengan cepat, berpacu dengan senja yang akan segera berganti dengan gelap, karena sore menjelang malam sebentar lagi tiba.
Suara deru angin menggemuruh diluar kudengar, seiring ku tebarkan pandangan kesekeliling yang ada, tanpa sengaja aku mendengar obrolan dua gadis remaja itu.
Kawan....tahukah apa yang mereka bicarakan???
Mereka membicarakan jika sebentar lagi waktu shalat magrib akan segera tiba, mereka membuat siasat untuk menetukan dimana mereka minta di turunkan agar mereka bisa melaksanakan ibadah shalat magrib tersebut.
Ya Tuhan....aku sedikit kaget, ternyata orang yang mungkin kita anggap rendah selama ini, mereka masih tetap mengingatmu.
Aku malu sama diriku sendiri, karena saat itu aku santai-santai saja dalam perjalanan meski waktu shalat telah tiba.
Aku salut sama mereka....di tengah kesusahan hidup, ditengah kerasnya hidup dan kehidupan, di sela-sela kesibukan yang mereka miliki, mereka tetap bisa menjalankan ibadah kepada-Mu.
Aku malu terhadap diriku sendiri.
Aku malu terhadap Tuhanku.
Aku juga malu terhadap dua gadis remaja itu.
Kawan....
Dari dua gadis remaja itu aku banyak belajar hidup.
Aku belajar bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang.
Aku belajar mencoba untuk tetap melakukan kewajibanku terhadap Tuhanku sedang dan dimanapun berada saat itu.
Aku belajar sebuah kerja keras.
Aku belajar untuk tidak menyama ratakan bahwa semua komunitas jalanan adalah "KOTOR".
Aku belajar untuk lebih menghargai mereka yang berada di bawah kita.
Tidak semua dari mereka adalah jahat, nakal, badung.
Biar kata fisik mereka kotor, dekil, bahkan mungkin bau...tapi hati mereka lebih bersih dan wangi.
Tuhan....terima kasih untuk hari itu.
Melalui dua gadis remaja itu, Kau berikan aku pelajaran hebat.
Tiba di sebuah persimpangan, dua gadis remaja itu turun, aku lihat mereka sampai sosoknya tak terlihat sambil berharap jika di lain waktu atau tempat kami bisa dipertemukan kembali.
Hari, minggu, bulan dan tahunpun berganti.........
Kawan....
Percaya atau tidak, saat aku mau membesuk nenek aku yang sedang di Rumah Sakit Umum serang, tiba-tiba di jalan lingkungan rumah sakit tersebut aku di kejutkan dengan panggilan agak kencang sambil berucap kata: Om...Om...
dan ternyata meraka memanggilku dengan sebutan "Om"
Aku kaget,,,,sedikit tak percaya....lebih setahun kami tak jumpa, dan jumpapun hanya sekali, tapi mereka masih mengenaliku.
Makasih ya Allah....kau kirimkan Dik Rina dan dik Dini kembali.
Masih di Anyer, waktunya lupa lagi....
Pada suatu hari...
pokoknya hari minggu, tanggal dan tahunnya aku lupa, yang pasti waktunya sore, sepulang aku dari Jakarta, tepatnya dari terminal Rambutan.
Cerita ini terjadi didalam bis antar kota jurusan Jakarta-Merak.
Seperti biasa, sebagian dari perjalananku di dalam bis, aku habiskan dengan membaca.
Bis terus melaju kencang meski didalam tol kota, untungnya saat itu kondisi jalan begitu lancar.
Aku tetap konsentrasi dengan bacaanku, halaman demi halaman aku lewati, tanpa ada yang bisa mengalihkan perhatianku saat itu.
Saat asik-asiknya membaca, kemudian bis yang aku tumpangi berhenti. Kulihat kanan kiri dengan maksud mencari tahu sudah sampai manakah bis yang aku tumpangi sampai. Dan mataku tertuju kepada tulisan di papan petunjuk jalan, dan ternyata bis yang aku tumpangi sudah sampai Kebon Jeruk. Keramaian mulai terjadi, satu-dua pedagang asongan naik keluar masuk bis seraya menawarkan dagangan. sang kondektur berteriak mengajak kepada calon penumpang di luar sambil meneriakan nama jurusan dari bis tersebut.
Aku tetap dengan membacaku, meski mau tidak mau suara keramaian itu sedikit membuyarkan konsentrasi bacaku, akhirnya aku berhenti membaca, ku tebarkan pandanganku ke sekeliling, ternyata keramaian masih terjadi.
Saat bis akan jalan, saat itu juga masuklah dua gadis remaja dengan penampilan sederhana, yang satu bertopi dan yang satunya sambil membawa sebuah gitar. Dan saat itulah aku menyimpulkan jika dia mereka adalah seorang pengamen jalanan.
Jalanan...yaaahhh "jalanan", sebuah kata yang hampir semua orang menganggapnya memiliki makna kurang baik untuk sebuah profesi apapun itu. begitu juga dengan aku. Yang ada didalam benakku saat itu: Jalanan adalah Kotor, kumuh, kasar,dekil dan sejenisnya.
Kembali kepada dua gadis remaja tadi.
Mereka mencoba memulai untuk menawarkan suaranya, di awali dengan sambutan minta ijin dan ungkapan maaf jika kehadiran mereka akan mengganggu perjalanan para penumpang.
Satu lagu di bawakan...lupa apa judul lagunya, lagu dari sebuah band ibu kota. Tapi suaranya tidak jelek, lumayanlah jika di bandingkan dengan suara dan kemampuan aku nyanyi.
Satu lagu....dua lagu selesai...sampai akhirnya di lagu ke tiga aku memanggilnya, aku request lagu MATAHARIKU dari Agnes Monica, entah kenapa, pokonya aku lagi suka-sukanya dengan lagu itu. Mereka meng-iyakan permintaan ku unutk membawakan lagu tersebut.
Mulailah mereka membawakan lagu tersebut, meski hanya di iringi oleh sebuah gitar, buat aku lagu itu enak di dengarnya, lumayan merdu, entah karena cara membawanya atau emang karena aku lagi suka dengan lagu tersebut.
Selesailah penampilan mengamen mereka di akhiri dengan menadahkan topi dengan maksud meminta kerelaan dari para penumpang untuk memberikan sedikit rizkinya atas lagu-lagu yang mereka tampilkan, tiba dihadapanku aku berikan uang yang lebih atas permintaan laguku seraya mengucap terima kasih dan di jawab dengan kata terima kasih pula.
Setelah selesai tugasnya, mereka duduk didekat pintu bis sambil mengitung hasil jerih payah mereka untuk hari itu.
Bis tetap melaju dengan cepat, berpacu dengan senja yang akan segera berganti dengan gelap, karena sore menjelang malam sebentar lagi tiba.
Suara deru angin menggemuruh diluar kudengar, seiring ku tebarkan pandangan kesekeliling yang ada, tanpa sengaja aku mendengar obrolan dua gadis remaja itu.
Kawan....tahukah apa yang mereka bicarakan???
Mereka membicarakan jika sebentar lagi waktu shalat magrib akan segera tiba, mereka membuat siasat untuk menetukan dimana mereka minta di turunkan agar mereka bisa melaksanakan ibadah shalat magrib tersebut.
Ya Tuhan....aku sedikit kaget, ternyata orang yang mungkin kita anggap rendah selama ini, mereka masih tetap mengingatmu.
Aku malu sama diriku sendiri, karena saat itu aku santai-santai saja dalam perjalanan meski waktu shalat telah tiba.
Aku salut sama mereka....di tengah kesusahan hidup, ditengah kerasnya hidup dan kehidupan, di sela-sela kesibukan yang mereka miliki, mereka tetap bisa menjalankan ibadah kepada-Mu.
Aku malu terhadap diriku sendiri.
Aku malu terhadap Tuhanku.
Aku juga malu terhadap dua gadis remaja itu.
Kawan....
Dari dua gadis remaja itu aku banyak belajar hidup.
Aku belajar bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang.
Aku belajar mencoba untuk tetap melakukan kewajibanku terhadap Tuhanku sedang dan dimanapun berada saat itu.
Aku belajar sebuah kerja keras.
Aku belajar untuk tidak menyama ratakan bahwa semua komunitas jalanan adalah "KOTOR".
Aku belajar untuk lebih menghargai mereka yang berada di bawah kita.
Tidak semua dari mereka adalah jahat, nakal, badung.
Biar kata fisik mereka kotor, dekil, bahkan mungkin bau...tapi hati mereka lebih bersih dan wangi.
Tuhan....terima kasih untuk hari itu.
Melalui dua gadis remaja itu, Kau berikan aku pelajaran hebat.
Tiba di sebuah persimpangan, dua gadis remaja itu turun, aku lihat mereka sampai sosoknya tak terlihat sambil berharap jika di lain waktu atau tempat kami bisa dipertemukan kembali.
Hari, minggu, bulan dan tahunpun berganti.........
Kawan....
Percaya atau tidak, saat aku mau membesuk nenek aku yang sedang di Rumah Sakit Umum serang, tiba-tiba di jalan lingkungan rumah sakit tersebut aku di kejutkan dengan panggilan agak kencang sambil berucap kata: Om...Om...
dan ternyata meraka memanggilku dengan sebutan "Om"
Aku kaget,,,,sedikit tak percaya....lebih setahun kami tak jumpa, dan jumpapun hanya sekali, tapi mereka masih mengenaliku.
Makasih ya Allah....kau kirimkan Dik Rina dan dik Dini kembali.
Masih di Anyer, waktunya lupa lagi....
Air Mata Yang Tertahan
Akhir-akhir ini kesakitanku sering datang hampir tiap hari.
Sore menjelang malam dia mulai masuk menerobos paksa bagian atas tubuhku yaitu kepala.
Aku tak kuasa menahan atau mengusir sakit itu...ia terlalu cepat masuk ke dalam kepalaku...masuk dan terus masuk merobek-robek yg ia lewati.
Aku sakit....aku tak kuat menahannya.
Aku hampir menangis..tapi aku tahan tangisku, aku simpan rapat-rapat tangisku didalam kamar hatiku, agar tak seorangpun tahu, terutama ibu terkasihku.
Kesakitanku yang sangat aku takutkan, sungguh sejujurnya aku tak kuasa hadapi sendiri.
Meski dihadapan kalian aku tampak kuat dan tegar, tapi tidak sebenarnya.
Dihadapan kalian aku seolah menang, tapi tidak di dalam kamar hatiku.
Aku kalah atas kesakitanku yang sangat...sampainya akhirnya tertidur..tidur dengan membawa sakit sampai esok hari berharap sakit itu akan hilang...
Aku pasrah padaMU ya Allah.
Anyer, lupa tanggal november 2011
Sore menjelang malam dia mulai masuk menerobos paksa bagian atas tubuhku yaitu kepala.
Aku tak kuasa menahan atau mengusir sakit itu...ia terlalu cepat masuk ke dalam kepalaku...masuk dan terus masuk merobek-robek yg ia lewati.
Aku sakit....aku tak kuat menahannya.
Aku hampir menangis..tapi aku tahan tangisku, aku simpan rapat-rapat tangisku didalam kamar hatiku, agar tak seorangpun tahu, terutama ibu terkasihku.
Kesakitanku yang sangat aku takutkan, sungguh sejujurnya aku tak kuasa hadapi sendiri.
Meski dihadapan kalian aku tampak kuat dan tegar, tapi tidak sebenarnya.
Dihadapan kalian aku seolah menang, tapi tidak di dalam kamar hatiku.
Aku kalah atas kesakitanku yang sangat...sampainya akhirnya tertidur..tidur dengan membawa sakit sampai esok hari berharap sakit itu akan hilang...
Aku pasrah padaMU ya Allah.
Anyer, lupa tanggal november 2011
Kamis, 06 Januari 2011
Ingin Banget Baca Buku ini........
1. Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia - Agus Nur
2. Si Anak Kampung - Damien Dematra
3. Ciuman di Bawah Hujan - Lang Fang
4. Tersebab Aku Melayu - Taufik Ikram jamil
5. Hotel Prodeo - Remmy Silado
6. SWAN - Dewi Ria Utari
7. Bulan Celurit Api - Beni Arnas
8. Namaku Mata Hari - Remmy Silado
9. Melukis Langit
10.Tempurung - Oka Rusmini
11.SEjumlah Perkutut buat Bapak
2. Si Anak Kampung - Damien Dematra
3. Ciuman di Bawah Hujan - Lang Fang
4. Tersebab Aku Melayu - Taufik Ikram jamil
5. Hotel Prodeo - Remmy Silado
6. SWAN - Dewi Ria Utari
7. Bulan Celurit Api - Beni Arnas
8. Namaku Mata Hari - Remmy Silado
9. Melukis Langit
10.Tempurung - Oka Rusmini
11.SEjumlah Perkutut buat Bapak
Jumat, 31 Desember 2010
Lihatlah Aku....!!!
Lihatlah aku..yang masih mengharapkanmu.
Lihatlah aku..yang semakin sayang sejak pertemuan itu.
Lihatlah...Lihatlah aku.
Lihat tidak hanya dengan matamu..tapi juga dengan hatimu.
Rasakan..Rasakanlah...
Rasakan jika rasa sayangku begitu besar kepadamu.
Percayalah..percayalah padaku.
Percaya jika sedetikpun bayangmu tak pernah hilang dari ingatanku.
Tapi wahai rasa..
Rasa yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki.
Tetaplah menjadi rasa yang bisa aku nikmati.
Tetaplah menjadi rasa yang bisa mewarnai hidupku..membuat hari-hariku bahagia.
Dan menjadi rasa yang bisa aku jaga selamanya...meski jarak adalah duri buatmu..tapi tidak buatku.
karena dengan jarak yang ada aku bisa menyimpan rinduku disetiap kilometer yang ada dan merawatnya hingga rindu itu semakin besar..semakin kuat dan akan terasa semakin indah saat kita bertemu.
Tapi wahai rasa...
Rasa yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki.
Apapun yang akan terjadi,biarkan aku dengan rasaku...
dan kamu dengan rasamu..
Meski rasa kita tidak pernah bersatu..tapi semoga masih bisa bertemu.
Lihatlah aku..yang semakin sayang sejak pertemuan itu.
Lihatlah...Lihatlah aku.
Lihat tidak hanya dengan matamu..tapi juga dengan hatimu.
Rasakan..Rasakanlah...
Rasakan jika rasa sayangku begitu besar kepadamu.
Percayalah..percayalah padaku.
Percaya jika sedetikpun bayangmu tak pernah hilang dari ingatanku.
Tapi wahai rasa..
Rasa yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki.
Tetaplah menjadi rasa yang bisa aku nikmati.
Tetaplah menjadi rasa yang bisa mewarnai hidupku..membuat hari-hariku bahagia.
Dan menjadi rasa yang bisa aku jaga selamanya...meski jarak adalah duri buatmu..tapi tidak buatku.
karena dengan jarak yang ada aku bisa menyimpan rinduku disetiap kilometer yang ada dan merawatnya hingga rindu itu semakin besar..semakin kuat dan akan terasa semakin indah saat kita bertemu.
Tapi wahai rasa...
Rasa yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki.
Apapun yang akan terjadi,biarkan aku dengan rasaku...
dan kamu dengan rasamu..
Meski rasa kita tidak pernah bersatu..tapi semoga masih bisa bertemu.
Kamis, 02 September 2010
Inilah Wajah Asli Fir'aun Penguasa Mesir Kuno Paling Terkenal
Mumi ini berusia hampir 3.000 tahun lebih. Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya di Lembah Para Raja Luxor.Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Firaun ditemukan oleh petualang Inggris Howard Carter.Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja bocah yang meninggal lebih dari 3000 tahun lalu. Saat para pakar itu mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya mereka menyingkirkan kain putih yang menutupi dia, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah dia. Arkeolog menyatakan jenazah itu terancam karena panas dan kelembaban di dalam makam itu karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun.
"Golden boy itu memiliki keajaiban dan misteri, oleh karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya saya yakin datang untuk menyaksikan golden boy," ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir Zahi Hawass sebelum jenazahnya dipindahkan.
Topeng emas Tutankhamun dicopot dengan pisau panas dan kabel Tutankhamun berkuasa di Mesir 1333 sampai 1324 SM dan diyakini naik tahta dalam usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922.
Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah ketika Carter melihat kedalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya yang terkenal "Ya, sesuatu yang mengagumkan.
"Penyebab kematian Karya agung makam itu adalah jenazah firaun yang dibuat mumi, ditutupi jimat dan perhiasan serta mengenakan topeng emas. Dalam upaya mengambil harta karun itu, Carter dan timnya memotong jenazah itu kedalam beberapa bagian, memenggal lengan dan kepalanya dan menggunakan pisau panas dan kabel untuk menyingkirkan topeng emas yang direkat ke wajah Tutankhamun dengan proses pembalseman.
Tahun 2005 kalangan ilmuwan merekontruksi Tutankhamun Tubuhnya direkonstruksi dan dikembalikan ke sarcophagus aslinya tahun 1926. Kemudian pernah dibawa keluar untuk pengujian sinar X tiga kali dalam beberapa tahun berikutnya. Harta karun yang diambil memikat dunia dan menarik jutaan orang datang ke Lembah Para Raja.
Pertanyaan mengenap mengapa Tutankhamun meninggal sekitar usia 19 tahun dan gosip adanya kutukan yang membuat meninggal mereka yang terlibat penggalian makamnya makin membuat terkenal firaun.
Ketika tubuhnya diperiksa sinar X tahun 1968, terdapat patahan tulang di tengkoraknya yang mendorong spekulasi bahwa dia dibunuh dengan pukulan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa dia dibunuh karena berupaya mengembalikan politeisme setelah menggantikan Akhenaten yang meninggalkan dewa-dewa emas Mesir untuk monoteisme.
Namun pemeriksaan scan jenazahnya tahun 2005 membuat para peneliti menyatakan dia tidak dibunuh dan mungkin meninggal karena komplikasi tulang kaki yang retak.
Kepala bidang peninggalan Mesir Zahi Hawass mengatakan penelitian menunjukkan raja bocah ini meninggal setelah luka karena infeksi meskipun tidak semua tim setuju dengan diagnosa itu namun semua menolak dugaan pembunuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)