Jumat, 12 Februari 2010

Cinta Pertama.........!!!!!!


Dari sebuah Milis.........

Seorang wanita terbaring lemas di atas sebuah tempat tidur, nampak keringat bercucuran mengalir dari sela-sela rambutnya, lalu membasahi wajahnya yang terlihat pucat dan lemas.
Ia seakan baru saja usai melakukan pertempuran yang teramat dahsyat,sehingga menguras seluruh tenaganya. Namun, kelelahan itu beranjak sirna saat seorang wanita berpakaian dinas putih memperlihatkan seorang bayi mungil yang masih merah, sembari berkata, “Alhamdulillah anak ibu lahir dengan selamat dan sempurna ibu…”. Ia pun tersenyum lembut bersama aliran air mata di pipinya, “Alhamdulillah ya Allah….alhamdulillah…., terima kasih ibu bidan”.
Seketika itu pula terasa lenyaplah rasa sakit dan lemas ditubuhnya.

Saudaraku,…

Itulah sekilas gambaran perjuangan keras seorang ibu saat melahirkankita.
Bukan sekedar gambaran perjuangan, namun juga gambaran cinta yang tulus tanpa pamrih dan gambaran cinta pertama tanpa akhir.
Maka tak berlebihan jika Rasulullah ketika suatu hari ditanya olehseorang sahabat tentang orang yang pertama kali berhak mendapat penghormatan maka jawaban Rasulullah adalah ibumu, hingga sampai sahabat itu menanyakan tiga kali dengan pertanyaan yang sama, maka Rasulullah tetap menjawabnya dengan jawaban yang sama, lalu baru dikatakan bapakmu.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah…
Di sela-sela kesibukan yang seakan tak berujung dan di sela-selarutinitas yang juga seakan tak mempunyai batas, marilah kita sejenak merenung dan menjawab pertanyaan ini dengan sejujurnya. Seberapa besar perhatian kita saat ini kepada seorang wanita yang telah susah payah mengandung dan melahirkan kita?Mungkin kita lupa bahwa dalam tumbuh besarnya kita sampai saat ini ada perasan keringatnya. Mungkin kita lupa, dalam berhasilnya kita duduk di tempat kerja saat ini adalah karena untaian do’a dan tangisnya.

Saudaraku, setiap hari kita terus larut dalam kesibukan mencari penghasilan memenuhi kebutuhan keluarga kita, menyapa rekan kerja dengan hormat dan lembut.
Adakah sapa hangat dan hormat kepada ibukita, walau hanya sekadar menelpon beberapa saat ketika itu?

Saudaraku,setiap hari kita mungkin sering kita menanyakan kabar dan keadaan kepada rekan atau teman spesial kita walau harus sering mengisi pulsa di handpone kita. Adakah ketika itu kita mengkhususkan membeli dan menghabiskan pulsa semata-mata untuk menanyakan kabar dan keadaan ibu tercinta kita?

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,…

Betapa mudahnya terkadang kita melupakan cinta pertama kita dengankehadiran orang lain di sisi kita.Betapa mudahnya dengan alasan kesibukan pekerjaan kita, kita lupakan.

“Ibumu telah mengandungmu di dalam perut selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yg hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuk krn menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dgn tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas diri serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuan sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak dari kesusahan yg luar biasa dan panjang sekali kesedihan dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yg mengobatimu dan seandai dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dgn suara yg paling keras…..

Saudaraku,..

Sadar atau tidak sadar, di sana ada seorang wanita yang selalu mengkhawatirkan kita, dan selalu bertanya dalam hatinya “bagaimana ya keadaan anakku hari ini?” Ia sangat khawatir dan ingin selalu tahu keadaan anaknya setiap saat. Betapapun di saat itu tak sedikit pun kita teringat akan keadannya.

Saudaraku,..

sadar atau tidak sadar, di sana ada seorang wanita yangselalu melantunkan doanya untuk kita, dan selalu berharap agar kita selalu dalam keberhasilan. Ia sangat khawatir akan sesuatu kegagalan jika menimpa anaknya.

Saudaraku, sadarkah kita akan hal itu? Dan terlantunkah doa untuknya ketika kita meminta kepada Allah agar memberi keberhasilan duniawi?

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,..

Betapa indahnya kehidupan ini apabila setiap hari kita mampu mencium tangan ibu sebagai tanda hormat dan meminta restu sebelum menjalankan rutinitas kita. Dan betapa indahnya perjalanan hidup, apabila kita mampu menelpon dan menanyakan keadaan ibu kita walaupun ia berada nunjauh di sana.Dan betapa bahagianya ibu kita mendengar kabar anaknya dalam keadaansehat, betapapun kita belum mampu memberikan harta yang berlimpah kepadanya.

Saudaraku,
sesungguhnya tak ada batas untuk kita selalu berbakti dan mencintai orangtua kita. Rasulullah telah mengatakan bahwa walaupun orangtua kita telah tiada, kita masih mampu menunjukkan bakti kita kepada mereka. Karena kata beliau segala amal manusia akan terputus setelah kematian kecuali salah satunya adalah do’a anak yang sholeh kepada orang tuanya.
Do’a kita akan sampai kepada orang tua kita yang telah meninggal dunia, dengan satu syarat yaitu kita menjadi anak yangsholeh. Maka ada sebuah pertanyaan yang patut dan harus kita jawab, sudahkah kita berusaha menjadi anak sholeh bagi mereka?

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah,
Begitulah keagungan Islam mengatur cinta dan kasih sayang, kepada cinta pertama setiap anak manusia, hingga sampai mampu menembus batas antara kehidupan dunia dan akhirat. Maka dari itu, mari kita senantiasa lantunkan do’a yang telah diajarkan Rasulullah,

“Rabbighfirlii…wali waalidaiya warham huma kamaa rabbayani shogiira….“Ya Tuhanku ampunilah dosaku, dan dosa kedua orang tuaku dankasih sayangilah mereka, sebagaimana mereka mengasihiku di waktukecilku.

”Sebagai bukti kasih sayang pada cinta pertama kita, dan bukan dengan cara-cara yang lain seperti Valentine, yang sebenarnya hanyalah sebuah“pelegalan” mengumbar hawa nafsu dan melupakan kepada siapa seharusnya kita mencintai.

Wallahu ‘alam…

Jumat, 05 Februari 2010

Kakek Tua Penjual Kelapa Muda Keliling....!!!

Kali ini aku akan menceritakan tentang apa yang aku alami saat aku pulang
kerja.


Dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah aku, aku melihat pemandangan yang membuat hatiku teriris menyaksikannya...pas di pasar Anyer lama, yaitu seorang kakek tua jangkung kurus dengan membawa kelapa muda yang dia jinjing di kedua tangannya masing-masing 2 buah dan di kedua pundaknya masing-masing 2 buah juga, jadi total semuanya 8 buah kelapa muda.
Aku hanya sekilas melihat dia..karena pertama aku melihat dia juga karena di beritahukan oleh teman kerja yang satu mobil dengan aku, tapi aku bisa merekam dengan jelas semua fisik tentang si kakek itu.

Kecepatannya mobil yang tentunya lebih cepat dari si kakek tua, apalagi jaraknya berlawanan arah tentunya, hanya beberapa detik saja telah membuat jarak kami semakin jauh. Ingin aku membeli kelapa mudanya atas anjuran teman saat itu untuk meringankan beban kakek itu, tapi apa daya aku gak mampu karena ada rasa tidak enak kepada bapak sopir untuk menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
Lewat sudah kesempatanku yang diberikan Allah untuk berbuat baik.
Ada penyesalan dalam hati..tapi ya sudahlah...aku terlalu lemah untuk melakukan itu semua.

Seiring waktu dan obrolan dengan teman kerja dan pak Sopir...lupa sudah ingatanku tentang kakek tua itu.

Keesokan harinya..peristiwa itu terulang kembali..persis yang aku lihat dengan apa yang aku lihat kemarin sore, yaitu kakek yang sama.ternyata memang benar si kakek adalah penjual kelapa muada keliling, tapi anehnya selalu di jam yang sama aku melihat si kakek pas di tempat yang sama aku kemarinnya lihat.
Tidak tau persis, dari mana dia mulai dan berapa awalnya kelapa muda yang dia bawa, pokoknya yang aku lihat adalah di tempat itu dengan jumlah kelapa muda yang sama.

Kesempatan aku untuk berbuat baik aku lewatkan lagi, padahal harga kelapa muda itu tidak lebih dari 4000 rupiah.
ya Allah...penyesalan kali ini lebih besar, KAU berikan aku kesempatan 2 kali, tapi tidak aku sambut dengan baik.
Setelah itu baru aku niatkan dalam hati...jika aku melihat dia lagi, aku akan beli kelapa mudanya.

Sejak saat itu,setiap aku pulang kerja, aku konsentrasi dengan penglihatanku untuk mencari siapa tahu aku bisa melihat si kakek itu lagi, tapi sampai saat aku menulis cerita inipun aku tidak pernah melihat kakek itu lagi.

Terbersit dalam hati saat aku melihat kakek itu adalah kemanakah para anak-anaknya??sehingga sampai setua itu dia masih bekerja...dengan tulang-tulang yang hanya di balut kulit tipis keriput dia masih semangat untuk bertanggung jawab akan hidup dirinya, mungkin juga bertanggung jawab akan hidup istri dan cucunya di rumah.
bukankah seharusnya dia istirahat dirumah, konsentrasi ibadah dimasa tuanya.bukankah harusnya si anak yang sekarang gantian berperan sebagai pencari nafkah buat dia seperti apa yang dia lakukan dulu saat masih kuat untuk anak-anaknya.
Tapi aku tidak tahu kondisi yang sebenarnya tentang keluarga si kakek itu, yang aku salut dari dia adalah di masih mau bekerja..tidak bermalas-malasan atau meminta-minta seperti yang banyak aku lihat di jalan-jalan padahal mereka masih muda di banding si kakek itu.

Pelajaran yang aku dapatkan dari peristiwa yang aku lihat kemarina adalah:
- Aku harus lebih semangat lagi berusaha buat kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi.,MASA AKU KALAH SEMANGATNYA DENGAN KAKEK ITU.
- Jika di berikan kesempatan untuk berbuat baik, ambil kesempatan itu tanpa harus berfikir panjang.

Fren...itulah sedikit peristiwa yang aku alami kemarin.
Sampai detik ini aku masih berharap, kalo aku bisa melihat si kakek itu lagi.

Selasa, 02 Februari 2010

Aku Kehilangan Diriku yang Dulu....!!!!


Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu bangun pagi ikut abahku shalat subuh ke mushollah di dekat rumahku.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu membantu pekerjaan rumah sebelum aku melakukan aktifitasku.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu mencium tangan kedua orang tuaku kemana aku akan pergi.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu menyempatkan minimal 2x seminggu untuk menengok nenekku.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu masih rajin puasa senin-kamis.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu masih mengusahakan shalat selalu untuk di awal waktu.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang selalu mencium tangan kedua orang tuaku darimanapun aku pergi sambil membawa sedikit makanan buat mereka.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu membaca al-quran di setiap setelah shalat maghribku.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu membaca surat Yassin di setiap malam jum'at setelah shalat maghribku.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu selalu menyempatkan untuk melaksanakan sunah-MU...tapi sekarang hanya sebatas kewajiban yang aku lakukan.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu masih semangat membaca, sehingga satu buku tebalpun bisa aku selesaikan maksimal hanya dalam 3 hari.
Aku kehilangan diriku yang dulu...yang dulu masih menyempatkan bangun malam untuk bermunajat kepada Tuhan ku...Allah SWT.

Ya Allah....
Ampuni aku...
Semua yang baik-baik dulu aku lakukan...saat ini hampir tidak pernah aku lakukan lagi.
Aku rindu dengan masa-masa seperti itu...
Aku ingin mengembalikan masa itu untuk selalu bersama-sama diriku lagi saat ini dan yang akan datang.
ya Allah...
aku sadar dengan semuanya, selama ini aku banyak lalai kepada-MU.
berulang-ulang aku beristigfar kepada-Mu untuk ampunan-MU.
ya Allah...
saat ini..sekuat tenagaku...aku akan merebut masa-masa baik itu...
aku akan mengembalikannya kedalam kehidupanku..
bantu aku ya Allah..tentunya dengan hidayah-MU.
aku ingin indah di hadapan-MU.

Amiin.

Anyer, 02 Feb 2010