Kamis, 24 Desember 2009

Ada yang BEDA......

SEnin 21 Desember 2009 jam 04.20 wib...
Tidak seperti biasanya..bangun pagi kali ini terasa berbeda sekali, tubuhku terasa segar bugar sekali padahal 2 hari terakhir kegiatan begitu padat, sampai2 dalam 2 hari itu waktu istirahat atau tidurku gak lebih dari 10 jam dari 48 jam akumulasi waktu 2 hari.

pagi yang sangat indah..setelah aku melaksanakan kewajibanku sebagai muslim, kucoba melangkahkan kakiku keluar untuk mengirup udara subuh yg sehat. yah...peristiwa ini sudah lama sekali aku tinggalkan.

Udara masih terasa dingin sekali, ditambah dengan hembusan angin yg sepoi2 semakin membuat udara pagi itu bersekongkol menyerangku, mungkin dengan maksud agar diriku mengurungkan niatnya untuk keluar mencari sedikit kedamaian hati.
Suasan masih sepi, para tetanggaku masih belum bangun...atau mereka sudah bangun tapi enggan untuk keluar, sepi ini semakin terasa dengan tidak terdengarnya suara ayam jantan berkokok seperti yg pernah atau sering aku dengarkan jika pagi datang.
Gelap masih menyelimuti pagi itu...semakin sunyi kuarasakan, tapi tetap ku kuatkan kaki dan niatku untuk keluar semakin jauh dari rumahku.

Di tengah perjalanan, aku terkaget, dan seketika itu juga kakiku terhenti. kulihat bayangan hitam sedang bergerak2 di dalam gardu biasa aku menunggu jemputan kerja. Kudekati bayangan itu dgn sedikit khawatir..bukan ketakutan yg seperti teman2ku ditujukan kepadaku.
Dan ternyata...ya Allah bayangan hitam itu adalah si orang gila yang biasa aku ketemu dan selalu minta duit kepadaku. Aku tidak peduli saat itu dengan orang gila. karena niatku dari awal aku hanya ingin menikmati indahnya pagi tanpa orang lain termasuk orang gila, aku hanya ingin mencari jawaban, apa sebenarnya yg telah membuat pagiku terasa indah.
Stop dengan cerita orang gila tersebut, karena sebenarnya bukan itu yang akan aku ceritakan dalam tulisan kali ini.
Dan ternyata...
Mungkin telah selesainya acara reuni yang telah membuatku bahagia bukan kepalang, karena telah memakan waktu lumayan lama untuk menyelenggarakannya.jujur...aku adalah orang yg tidak bisa santai, dalam artian...jika aku diberikan tanggung jawab, buatku itu adalah beban dan amanah yang harus aku kerjakan dengan sebaik mungkin. Ada yg berkurang dalam hari2ku sejak aku mengurusi acara reuni, tapi itulah konsekuensi yang harus aku bayar demi bisa berkumpulnya dengan teman2 lama yang sudah 12 tahun lebih tidak bertemu.

Dan Alhamdulillah acara telah terselenggara dengan baik meski masih banyak kekurangan disana sini. Jiwa ku telah bebas...Rantai yang selama ini terasa membelenggu kaki dan tubuhku terasa seperti lepas.senang...bahagia...gembira saat itu kurasakan. Pokoknya bebasss....lepasss.

Dan ternyata...kebahagiaan itu tidak sempurna.
Ada yang kurang dalam hidupku sekarang.
Ada rasa yang hilang yg mungkin tidak akan aku bisa temukan lagi.
yaahhh....ternyata diriku sedang kangen.
Kangen dengan teman2 panitia dan yang lainnya....
Kangen dengan kegiatan yang kami lakukan bersama2...
Kangen makan dugan seharga 4000an...
Kangen dengan kelililng naik motor sambil kepanasan atau kegerimisan....
Kangen dengan macam2 gaya ketawa kami...
Kangen dengan makan otak2 bareng2 meski pernah sekali beli otak2 basi...
Kangen dengan rasa malu yang kami rasakan saat kami dari rumah ke rumah minta sumbangan dana ke teman2 alumni....
Kangen dengan masa lalu saat kami nafak tilas ke sekolah SMA kami tercinta...
Kangen dengan ledek2an teman2..
Kangen dengan narsis-narsisan saat ada kamera mengarahkan kepada kami...
Kangen dengan ngerjain teman karena candaan kalo aku tiba2 harus ke Bandung...
Yaaahh.....kangen dengan semuanya.
Padahal kadang aku tertawa dalam hati karena mengingat apa yang kami lakukan mungkin tidak sesuai dengan usia kami yg semakin dewasa.
Tapi...peduli amat dengan segala macam paradigma itu. yang penting kami senang dan semuanya tidak melanggar norma2 agama dan masyarakat.

Sekarang semuanya telah usai.
Aku berharap...semua yang kami alami selama itu bisa kami jadikan pengalaman dan pelajaran berharga.
Terima kasih buat teman2 yang sudah memberikan warna dalam hidupku.

Terima kasih atas kepercayaan yang kalian berikan selama ini.
Aku bangga punya kalian...Dan aku minta Maaf atas semua candaan yang mungkin kuarng berkenan di hati teman2.

Maaf dan Terimakasih sebesar besarnya.
Kita ketemu lagi dalam acara dan Waktu yang berbeda..
Semoga kita semua selalu di berikan hidayah dan petunjuknya...diberikan keuatan dan kesehatan...dan di berikan kebahagian yang hakiki.


Amiin.

Wassalam.





Rabu, 23 Desember 2009

sepenggal Kisah perjalanan Hidupku

Ngomongin soal ibu...begitu banyak yg ingin aku tulis, karena memang jasa ibu tidak terhitung, dan tidak mungkin aku tuliskan satu persatu.
Tidak tau tepatnya kapan, yang pasti kejadian ini udah berlalu sangat lama..yah mungkin saat itu aku masih duduk di bangku sekolah SD kelas 5.
aku terlahir sebagai anak paling kecil, makanya kadang temen-temen memanggil diriku si bungsu.Kecil ku jauh sekali dari kemewahan, karena memang keluargaku bukan keluarga orang berada. Getirnya hidup dan pahit nya perjalanan menuju kebaikan udah biasa aku alami.

Menjadi anak bungsu saat itu sangat menyenangkan, karena apapun yg aku inginkan selalu di berikan oleh orang tuaku. Padahal sebenarnya keadaan saat itu susah sekali, tapi saat itu aku tidak mau mengerti keadaaan susahnya orang tua mencari nafkah, pokoknya saat itu apapun yang aku inginkan harus aku dapatkan. Makanya saudara2 kandungku kadang iri karena hanya aku yg lebih di perhatikan soal kebutuhan.

Aku manja...itu kecilku dulu, karena mungkin merasa anak paling kecil.
aku nakal jika ingin sesuatu tidak terpenuhi, ngambek ku besar, gengsi ku tinggi, malah kadang harus menyiksa rasa dan tubuhku. pernah suatu saat, aku ngambek dan tidak mau makan sama sekali jika keinginanku belum dikabulkan, padahal perutku saat itu lapar sekali...tapi gengsiku terlalu besar, aku tidak akan menyerah dengan demoku sebelum keinginanku tercapai. bahkan pernah tidur semalamannya di kolong meja yg hanya berubin semen tipis, sampai ibu terbaikku menemaniku tidur di sampingku. tapi orang tuaku tidak pernah memarahiku, terutama ibu, dia baik sekali dan tidak berani memarahiku, tidak seperti kepada saudara2 kandungku.

Suatu saat...disaat temen2 ku punya sepeda, dan akupun ingin minta di belikan sepeda.
keadaan sangat sulit saat itu, boro2 untuk beli sepeda, untuk makan sehari2 dan untuk biaya sekolah 3 sodara2ku saja tidak ada. makanya abahku marah karena aku tidak mau mengerti kesulitan saat itu. aku marah...semua barang yang ada aku banting dan aku lemparkan.
tapi ibu tetap tidak bisa marah kepadaku, dia hanya diam.

sampai saat suatu hari nakalku tidak terbendung...dan sabar ibuku udah sampai di batasnya, dan kemudian saat itupun amarah ibu timbul sedikit demi sedikit yang akhirnya sampai kepada suatu kejadian...ibu terbaikku memukulku dgn boneka bebek plastik yg ada batere-nya. pukulannnya tidak keras...tapi karena logam batere yg menempel di boneka bebek itu tepat sasaran di jidatku...berdarahlah jidatku, cucuran darah membasahi mukaku. dan sampai saat inipun bekas luka masih membekas. cukuplah bekas luka itu sebagai kenangan untuk pelajaran, jika saat itu adalah awal dari perubahan sikap dan fikirku yang aku bawa sampai saat ini.

Aku tidak menangis, karena memang aku tidak merasakan sakit saat itu.
malah ibuku yang menangis sambil memeluk erat tubuhku...dia benar2 menangis.
melihat ibuku yang jarang marah dan melihat dia menangis, akhirnya akupun ikut menangis...menangis bukan karena sakit, tapi karena melihat ibu terbaikku menangis.
Aku menyesal sejak saat itu.

Sejak saat itu, 181 derajat pola hidup dan pola fikirku berubah.
aku lebih dewasa dari usiaku saat itu, terutama dalam bersikap dan berfikir....dan sejak saat itu aku berusaha menjadi anak yang penurut, selalu melakukan apa yang orang tuaku perintahkan, terutama ibu..selalu ada ketakutan sampai sekarang jika harus dusta dan melanggar perintahnya.
Sejak saat itu yang ada di kepalaku adalah bagaimanapun caranya aku harus buat bangga orang tuaku, terutama ibuku.

Ibuku pernah bangga dengan diriku karena suatu hal..dia semakin menyayangiku dan bangga dengan diriku sampai2 saudaraku yang lain merasa tersisih, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Ibuku selalu sama merawat dan menyayangi semua anak2 nya.

Sampai akhirnya aku dewasa...
usia dimana diriku harus lepas dari tanggung jawab orang tua dan harus bertanggung jawab dengan semua hidupku sendiri..baik atau buruk hidupku yang akan aku dapatkan adalah aku yang menentukan.
Itu pesan ibuku saat aku beranjak dewasa.

Dengan tekad dan semangat yang kuat...apapun yg terjadi, saat dewasa itulah aku yang harus menggatikan peran abahku dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Aku bangga dengan semuanya, ada kepuasan bathin saat jerih payahku bermanfaat buat orang lain terutama buat keluarga dan orang tuaku. hasilku memang tidak tersurat, tp tersirat.itu ada dalam hatiku, melebur dan mengalir dengan darah dalam tubuhku.



Sekuat tenaga aku lakukan buat mu..ibu dan abahku.
terima kasih buat semuanya...atas semua jasamu buatku.
mungkin kalian tidak tau..saat kalian tidur, tanpa kalian ketahui...aku menyelinap kedalam kamarmu unduk melihat tidur kalian berdua...aku hanya ingin melihat adakah senyum dalam tidur kalian..itu kebisaan yg slalu aku lakukan sampai saat ini, biar aku bisa lebih semangat menjalani hidup hanya untuk kalian.
maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa membahagiakan mu.
tapi percayalah abah dan ibuku...selagi darahku mengalir, jantungku berdetak dan nafasku berhembus aku akan selalu berusaha sebaik mungkin untuk kalian.

Peluk aku terus dengan doa kalian berdua...
Dekap aku terus dengan tubuh keriput kalian berdua...
keringat kalian yg dulu telah menyejukan hatiku saat ini...

Salam hormat buat Abah dan Ibuku....!!!!






Kamis, 05 November 2009

Kali Pertama..

Pertama kali..

Kali pertama...

gabungan kata di atas mungkin artinya sama.tapi aku kali ini untuk judul aku lebih suka memakai gabungan kata yang kedua yaitu kali pertama. gak ada alasannya..semua suka-suka saya..hehehe.

Sebenarnya informasi ada donor darah udah lama aku tau dari email yg dikirimkan oleh management. Tapi aku anggap angin lalu, soalnya dari dulu..disetiap beberapa kesempatan aku selalu gagal buat ngedonorin darahku.

Inget dulu...waktu aku akan mendonorkan darah buat istri seorang temen kerja ( yang sekarang sudah almarhum) setelah melahirkan karena kekurangan darah. masih inget saat itu, dari kantor dikirim 3 orang calon pendonor. 1 cewek dan 2 cowok...dan ternyata dari ketiganya gak ada yg masuk kualifikasi untuk donor, karena temen aku yang dua ternyata darah rendah dan aku sendiri saat itu tensi darahnya tinggi.

Kira-kira jam 10.30 wib...aku melihat temen kerja satu ruanganku makan, gak biasanya..padahal jam makan siang masih 1,5 jam lagi. kemudian aku tanya dia:"loh tumben...jam segini koq udah makan???kemudian dia menjawab:"ya nih...badan lemes banget..soalnya tadi habis donor darah"..aku percaya saja karena saat itu dia menjawab dengan bergaya lemas dengan badan yang di lemas-lemaskan.

di tambah lagi oleh supervisorku yang baru pulang dari donor..akhirnya aku terpacu buat donor darah juga.
Segera aku melangkahkan kakiku ke klinik dimana tempat pengambilan darah di lakukan.
ada beberapa temen juga yg sedang antri disana nunggu giliran. aku langsung melakukan pendaftaran dengan menulis surat pernyataan persetujuan tentang donor ini.
setelah itu aku di check golongan dan tensi darahnya untuk menenetukan apakah kita layak untuk mendonorkan darah atau tidak...dan hasil check tensiku saat itu 120/80 mmhg.
Alhamdulillah akhirnya aku bisa mendonorkan darahku.

Meskipun saat itu, dalam fikiranku ada pertanyaan dan sedikit kurang sreg dengan peraturan saat itu.

Menurutku harusnya khan di check dulu golongan dan tensi darahnya, jika cocok dan masuk kualifikasi untuk donor..setelah itu baru kita membuat surat persetujuan. Karena..aku fikir, jika kita membuat surat persetujuan dulu, dan pada akhirnya kita tidak masuk kualifikasi buat donor..sia-sia saja surat persetujuan yg kita buat tadi dan akhirnya harus di batalkan dengan cara di robek...kurang efektif dan effisien.
Tapi...para tim udah berpengalaman. apa yang mereka lakukan mereka yang tahu yang terbaik buat mereka sendiri...itu hanya menurut aku saja...bolehkan kita beropini asal tidak merugikan pihak lain.

Sambil menunggu giliran dipanggil untuk di ambil darah, aku duduk di kursi antrian sambil ngobrol dengan teman-teman yang lain..sambil ketawa-ketawa dengan joke-joke yang kami bincangkan...mungkin dengan maksud relaksasi agar tidak tegang.

Kemudian aku minta di check tensi yang kedua kalinya..hasilnya 130/90 mmhg...ada peningkatan tensi...gak tau pasti sebabnya..karena tegang atau karena yang lainnya.

meski tensi aku agak tinggi saat itu..tapi si petugas meyakinkan aku, jika tensi segitu masih dibolehkan buat donor...asalkan masih di bawah 150.

Tibalah giliranku...aku masuk keruangan seluas 2 x 4 meter untuk di ambil darahnya.
kemudian aku bertanya kepada petugas:

aku:kira-kira berapa lama prosesnya mas...???

petugas:tergantung...!!!

aku:tergantung apa??

petugas:mmmhh....

dia diam dan hanya menggumam...eeuuhhh...sungguh kurang memuaskan.padahal dia mau ambil darah aku...gratis lagi.

kemudian dia menyiapkan peralatan suntik...
saat dia mempersiapkan alat-alat suntik, aku bertanya lagi.

aku:kira-kira sakit gak mas...???
petugas:mas..yang namanya di suntik pasti sakitlah...apalagi jarumnya lebih besar.


dalam hati aku berkata:ya Allah..ini orang harusnya gak cocok jadi petugas medis dan apalah...
harusnya sebisa mungkin dia membuat suasana mejadi santai dan nyaman dengan jawabannya.
inimah...malah membuat orang jadi lebih takut dan was-was.
Untung pasiennya aku (yang pemberani...hahahaha), coba kalo yang lain.

Jarum suntik yg agak besar disuntikan ke bagian tengah pergelangan tanganku...saat pertama masuk sih emang agak sakit..tapi setelah beberapa saat sakitnya hilang. hanya ketegangan mungkin yang ada...hahaha

Untuk menghilangkan ketegangan itu, aku mencoba berfacebookan ria dengan tangan satuku.
Kira-kira tidak menghabiskan 10 menit...selesai sudah proses donor darahnya.

Ucapan terimakasih aku terima dari petugas bagian pendaftaran sambil memberikan susu, telor ayam rebus, pop mie, bubur kacang dan tablet penambah darah.

Lega..terasa saat setelah itu.

ternyata donor enak juga...apalagi salah satu dari petugas itu bilang minimal 4 bulan sekali donor darah, InsyaAllah itu baik buat sirkulasi darah.

Yaahh....meski alasan aku donor awalnya mungkin tidak sengaja, InsyaAllah aku ikhlas dengan donor itu.semoga setetes atau beberapa tetes darah aku dan darah yang lainnya bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan...dan tidak untuk di perjual belikan terutama kepada saudara-saudarku yang kurang mampu yang selama ini di issu kan.


Terima kasih



Wassalam.





Minggu, 01 November 2009

surat dari ibu yang tersayat hatinya

Anakku..
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu,seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangatmemahami makna ini dengan baik.

Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.


Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatan kudemi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.


Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku.

Ibus emakin susah melakukan gerakan.


Anakku.Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu.Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu,mana upah Ibu selama ini ?Anakku..Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzatyang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku.Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku.Anakku.Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah,kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah airmataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga)menjadi tanggungannya sendiri".Anakku.Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darahp ersalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit.

Ingatlah ... Ingatlah..Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".


Anakku.

Allah berfirman: "Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal" [Yusuf : 111]Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orangtua.

Sabtu, 31 Oktober 2009 jam 22.50 wib

Blue Saturday...
sebenernya niat ingin nulis datangnya dari pagi banget...ide-ide yang ada di kepala sepertinya memaksaku dan memberontak ingin keluar. tapi gak tahu kenapa semua itu bisa tertahan dan terbendung..mungkin karena saat itu aku sedang konsentrasi merasakan sakit kepala yang sangat..yang dari semalam datang... hilang...timbul..hilang..dan timbul lagi. dan jadilah weekend ini aku habiskan di rumah..tidur dan tidur lagi..dengan harapan setelah terbangun sakit kepalaku akan menguap terbawa mimpi..tapi ternyata tidak.

detik...menit..bahkan jam berlalu..tapi sakit kepalaku masih fluktuatif seperti nilai dolar dan iman seseorang. aku coba menikmati, meski jujur sakitnya kerasa banget. dan semua itu aku rasakan sendiri dan tidak ada yang tahu, termasuk ibu tercintaku yang sangat menyayangiku.

Tidak terasa malam semakin larut..meski terseok-seok melewati hari dengan beban dikepala...Alhamdulillah aku bisa melewatinya.
Udara malam semakin dingin...angin kecil bertiup..memaksa pohon-pohon kemuning dan palem kecil di samping rumahku terpaksa ikut menari.

waktu sudah menunjukan jam 22:00 wib.
seperti biasa..saatnya aku siap-siap beranjak masuk kedalam istana tidurku.
meski jelek dan panas, aku tetep sebut itu istana.
Seperti biasa..sebagai pengantar tidur selain berdo'a, aku terbiasa mendengarkan lagu kesukaanku. aku ambil camcorder murahku. ku setel MP3 dalam camcorderku yang berisi lagu campuran dari berbagai jenis musik, yang pasti semua lagu yang ada disitu adalah lagu pilihan yang sudah aku sortir sesuai karakter, selera dan perasaan yang mengena dgn lagunya.

Mata masih belum terpejam. Sambil mendengarkan lagu, aku membalas sms dari temen-temen dan ber-FaceBook ria, meng-update status dan membalas comentar teman-teman FB-ku.

lirik demi lirik terlewati...satu judul lagu berganti dengan judul yang lainnya. yang semua itu hanya irama dan nadanya saja yang aku dengarkan karena aku sedang berkonsen ria dengan FB-ku.

Eitt...tiba-tiba tepat jam 22:50 Wib...lagu dari camcorder murahku berganti. suara sexy dari penyanyi asal negeri yang pernah menjajah bangsa kita yaitu Belanda, tiba-tiba saja membuyarkanku dari konsentrasi ber-facebookan...yah..sekarang giliran Bryan Adams bernyanyi dengan "When You Love Someone".

Fren..
aku gak ngerti... pas di lirik pertama..mungkin karena judulnya atau arti liriknya itulah tiba-tiba aku mendapatkan kekuatan untuk menulis. Sejujurnya lagu itu mengingatkanku akan apa yang pernah aku lakukan. Saat aku mencintai dan menyayangi seseorang, akan aku lakukan semuanya buat dia. bahkan akupun bisa berbuat sesuatu yang mungkin menurut orang lain gila dan bodoh. tapi buatku..I don't care about them opinions..asalkan hasratku tercipta nyata...hahaha.

buat melengkapi, aku tuliskan liriknya di bawah ini:


When You Love Someone


when you love someone – you’ll do anything
you’ll do all the crazy things that you can’t explain
You’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone

you’ll deny the truth – believe a lie
there’ll be times that you’ll believe you could really fly
but your lonely nights – have just begun
when you love someone

when you love someone – you’ll feel it deep inside
and nothin else can ever change your mind
when you want someone – when you need someone
when you love someone…


when you love someone – you’ll sacrifice
you’d give it everything you got and you won’t think twice
you’d risk it all – no matter what may come
when you love someone
you’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone


lagu terus berganti...
Nah..sekarang giliran "Mad World"-nya Adam lambert yang bernyanyi.
terpaksa aku hentikan tulisanku, karena setelah lagu itu ada 7 lagu-lagunya Michael Buble dan lagu terbarunya Dewa yaitu ' Bukan Cinta Manusia Biasa" lagu-lagu tersebut sengaja aku susun track-nya berurutan. Ada apa dengan lagu itu???hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu.
saat itu pulalah...aku khusu mendengarkan lagu sampai selesai.
sampai tidak terasa waktu menunjukan jam 23:42 menit...
18 menit lagi berganti hari di bulan yang baru..November...tapi mataku masih terjaga.
terpaksa aku hentikan kegiatanku malam ini...di awali dengan do'a dan harapan di masa yang akan datang akan sesuatu yang lebih baik terjadi pada diriku, pada keluargaku, pada bangsa dan agamaku...akhirnya kurebahkan tubuhku dengan harapan aku bisa tertidur lelap dengan mimpi yang indah sambil berharap semua mimpi itu akan menjadi nyata...Amiin.
Wuaaahh....Wuaah... nguantukkk....
see u tomorrow...

belum ada judul.....

Waktu berjalan seperti hantu dilembah gelap...aku merasa seperti seorang tahanan yang putus asa tanpa harapan ingin mendobrak dinding-dinding penjara dengan tatapan mataku.
Lalu aku menerobos keluar dan berenang dilautan kebebasan.

Dukaku masih belum bertepi...tapi senyumku masih dapat terkembang karena sahabat-sahabat sejatiku.

Angin...
Menangislah untukku...dengarlah kisah sedihku.
sebab tangismu akan mejadi do'a dan air mata karena cinta lebih utama dari kebaikan yang tidak memuat cinta, karena air mata cinta lahir dari kedalaman jiwa seperti mahluk bernyawa.

....lebih Sadar dan Mengerti

"Ketika saya menjadi mengerti bahwa hidup ini semakin berkurang dan berkurang, saya belajar untuk hidup untuk lebih banyak dan lebih banyak lagi.."

"Ketika aku semakin mengerti bahwa ada banyak orang yang sangat peduli akan kesehatanku, saat ini juga aku benar-benar harus lebih menghargai kesehatanku"

"Ketika aku sadar bahwa suatu saat nanti aku akan pergi meninggalkan dunia ini, meninggalkan orang-orang yang sangat aku sayangi, meninggalkan orang-orang yang peduli kepadaku...saat ini juga aku berusaha mengisi hidupku dengan sesuatu yang berharga dan berguna..kulakukan untuk membahagiakan serta membalas kepedulian mereka kepadaku. Karena cita-citaku jika aku pergi meninggalkan dunia ini, aku ingin mereka mengenangku dengan kebaikanku...bukan mengingatku dengan kejelekanku
...."

Jumat, 30 Oktober 2009

Apakah ini...

ketika aku mengenal apa itu cinta.
aku terbodohi oleh nafsuku
ku kira dia adalah bidadari yang telah membangunkan aku dr tidurku..
tp..mengapa..
kini hatiku hancur..remuk..
dan saat ini diriku tak mengenal arah
tp.. mengapa..masih saja rindu ini tak mengenal ruang..
penantian ini tak mengenal lelah
apakah ini yang dinamakan cinta kelewat batas
ataukah..kepasrahan yang dungu..

Kamis, 29 Oktober 2009

Dilarang Mubazir

Pada suatu pesta pernikahan. Ramai dengan tamu undangan dan hadirin untuk turut berbahagia nampak sudah selesai. Pada petugas katering sibuk untuk membereskan peralatan tapi ada hal yang aneh mereka lihat sebab semua makanan terlihat utuh, bila ada yang dimakan hanya sedikit saja. Pemilik katering memanggil petugas katering. 'Kenapa banyak makanan yang utuh? apa makanannya tidak enak? bukankah ini mubazir?'Ternyata belakangan diketahui bahwa hampir semua MC pada resepsi acara pernikahan selalu mengucapkan kata yang sama, 'Silahkan para hadirin dan tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia.' Jadi kebanyakan tamu tidaklah makan namun hanya sekedar mencicipi semua makanan yang ada.Barangkali inilah gambaran kemubaziran yang telah menjadi kebiasaan secara masif. Betapa banyak pesta pernikahan untuk biaya makanan yang dikeluarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah menjadi mubazir karena makanan banyak yang terbuang. Bukankah Baginda Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada kita 'almubadzirina ikhwanasyaiton' artinya Kemubaziran itu temannya setan.Disiapkannya hidangan makanan pada setiap acara pesta pernikahan atau pesta yang lainanya begitu sangat melimpah, merupakan ujian buat para tamu, seringkali kita tidak tahan ujian dengan mengambil begitu banyak makanan yang melampui batas kemampuan kita untuk menyantap sehingga yang terjadi kemubaziran terjadi secara massal dan hegemonik. Kita bisa bayangkan betapa sungguh indahnya hidup ini makanan yang terbuang dan mubazir itu juga bisa dinikmati oleh anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sepatutnya kita memerlukan pola baru agar kemubaziran tidak terjadi pada sebuah pesta pernikahan.Pesta pernikahan menjadi begitu indah, agung dan penuh berkah karena makanan yang dinikmati oleh hadirin dan tamu undangan tanpa ada yang terbuang sia-sia. Kemubaziran patut kita hindarkan dengan mengingatkan hadirin seperti rambu lalu lintas tanda dilarang parkir. kita juga perlu membuat rambu dilarang mubazir tepat disamping tulisan 'Selamat Menikmati.'

Soe Hoek Gie dan Lembah Pandalawangi

Halo Frenz...
Nah yang akan saya tulis ini adalah sebuah puisi, tapi puisi kali bukan asli karanganku. puisi ini aku sadur dari sebuah film dan buku yang berjudul GIE dengan sutradaranya Mira Lesmana, sebuah nama yang tidak asing lagi dalam perfileman Nasional.
Kenapa aku masukan puisi ini dalam blog ku..jujur..aku suka dengan cerita filmnya, karakter GIE yang nama aslinya Soe Hok Gie benar-benar menginspirasi hidupku..seorang idealis yang suka berpetualan mendaki gunung, sampai aku koleksi semua yg berhubungan dgn cerita nyata Gie tersebut mulai dari CD, DVD bahkan aku nyari bukunya sampai ke Bandung tapi tidak menemukan karena buku itu terbitan udah lama sekali yang pada saat pemerintahan orde baru sempat di larang. tapi aku pernah membaca bukunya dari seorang teman sebut saja D. dengan fisik buku yang sudah rapuh, kertasnya berwarna kuning dan halamannya hampir semua terlepas karena lem sebagai perekat halaman sudah hilang pengaruhnya.

Cerita tentang Gie sampai disini saja.
sekarang kita mulai dengan puisinya..
langsung ke bait pertama, karena aku sendiri tidak tahu judulnya...hehe
let see below...


Akhirnya Semua akan tiba pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu...memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan kerah leherku.

kabut tipispun turun pelan-pelan ke lembah kasih..lembah Pandalawangi
kau dan aku tegak berdiri..kulihat ketakutan yang menjadi suram..meresapi belaian angan yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu..
ketika kudekap..kau dekaplah lebih mesra..lebih dekat.
Apakah kau masih akan berkata..kudengar detak jantungku.

Kita begitu berbeda dalam semua...kecuali dalam cinta.


puisi lainnya

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yangmanis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.(CSD, Selasa, 11 November 1969)

Note:
15 Desember 1969, Soe Hok Gie bersama kawan-kawannya Herman Lantang, Abdul Rahman, Idhan Lubis, Aristides Katoppo, Rudy Badil, Freddy Lasut, Anton Wiyana berangkat menuju Puncak Semeru melalui kawasan Tengger. Soe Hok Gie ingin bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 27 di atap tertinggi Pulau Jawa tersebut. Tanggal 16 Desember, di tengah angin kencang di ketinggian 3.676 meter (dari atas permukaan laut), Hok Gie, Idhan, Rahman terserang gas beracun. Hok Gie dan Idhan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan nyawa mereka tidak sempat tertolong.Bagi Soe Hok Gie, gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Ia juga mengatakan: “Hanya di puncak gunung aku merasa bersih.” Tapi lebih dari itu, kecintaannya pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airnya

Rabu, 28 Oktober 2009

Nenek Tua...

Jika baca judul diatas "Nenek Tua" mungkin orang akan tersenyum aneh.ya...dimana-mana nenek itu pasti sudah tua.
akan dimulai darimana nulisnya juga aku masih bingung. Yang pasti cerita ini berawal dari sakitku yang harus dirawat di Rumah Sakit Swasta di kotaku.
Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30..
satu hari setelah aku pulang dari RS, biasalah kehidupan di Kampung rasa toleransi nya masih tinggi.satu persatu para tetangga, teman dan kerabatku yang tidak sempat nengok ke RS berdatangan menjenguk aku ke Rumah. banyak yg marah..terutama teman-teman dan kerabat yang tidak aku beritahu jika aku sakit dan harus di rawat di rumah sakit..sampai-sampai si nenek ku tercinta yg udah tua renta menangis. Inget waktu dulu (saat nenek masih kuat dan sehat ) ketika aku pulang dari RS, saat tiba dirumah aku langsung di sawer.jujur sedikitnya ada rasa malu saat itu, karena aku sudah besar diperlakukan seperti anak kecil.tapi rasa malu itu aku coba bunuh.aku harus melihat sisi positifnya, niat dan pengorbanan nenek yg mungkin sederhana tapi buatku sangat berarti. itu mungkin cara nenekku menunjukan kasih sayangnya kepadaku...trima kasih Nek..I love U full..semua itu tidak akan pernah aku lupakan sampai aku tua nanti.
frenz..kembali ke rencana semula..topik utama yang sebenarnya akan aku ceritakan dalam tulisan ini.
judul di atas bukan mewakili untuk nenek ku.tapi untuk nenek lain.. nenek yang tidak ada hubungan darahnya.

Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30, saat aku sedang santai sambil menonton acara Tv. karena waktu di Rs aku hilang informasi, karena ingin tahu perkembangan yang terjadi di indonesia baik politik dgn kontroversinya di mana-mana, ekonomi yg fluktuatif maupun acara infotainment yang semua televisi menyiarkan perceraian para selebritis..pusing lihatnya, tapi tetap saja aku tonton.hehehe
ketika sedang menonton TV, samar-samar terdengar dari luar ada suara orang yang tidak tahu siapa..wanita atau pria..anak-anak atau orang dewasa... karena suara dari luar terlalu kecil, aku kecilkan volume TV, kupasang telinga dengan baik-baik..ternyata..di luar ada suara ibu-ibu mengucapkan Assalamu'alaikum...aku segera menuju ke depan dan membukakan pintu depan, dan ternyata...ya Allah..di depan ada seorang nenek-nenek tua renta, badannya sudah bungkuk meski tubuhnya terlihat agak gemuk, tapi aku masih jelas melihat betapa lelahnya nenek tua saat itu.
Aku persilahkan si nenek tua masuk, sambil masih rasa ini gak percaya jika si nenek tua itu kerumahku jauh-jauh dari rumahnya yg berjarak 3 km, dengan jalan kaki dengan hanya mengenakan sandal jepit tipis yang sudah berapa lama gak ganti karena terlihat ada tali yg mengikat agar sandalnya masih bisa dipakai.
yang membuat aku terenyuh, terharu sampai gak terasa dari mataku keluar air mata..jujur aku nangis saat si nenek tua memberiku bungkusan plastik hitam yang saat itu tidak aku buka.kami ngobrol, banyak pertanyaan si nenek tua kepadaku tentang penyakitku. Tidak terasa kami sudah 30 menit ngobrol, hari semakin sore, dan si nenek tua pamit..ku antar dia kedepan bersama ibuku.ku cium tangannya sambil mengucapkan banyak terima kasih, dadaku masih terasa sesak menahan gejolak yg tiba2 saja datang.
Setelah si nenek pulang, kubuka bungkusan dgn plastik hitam..dan ternyata....ya Allah ada 4 buah roti yang di jual di warung-warung kecil, satu buah roti harganya 500 rupiah, jadi total harga semuanya 2000 rupiah.

ya...Allah..semakin berdetak kencang rasanya dadaku menahan gejolak yg terjadi dalam diriku.

Frenz..bukan bingkisan yg hanya seharga 2000 rupiah yg membuat aku sedih, terharu, menangis sambil menahan kencangnya jantungku berdetak. Pengorbanan si nenek tua dgn watunya..dengan uang 2000 rupiahnya..dengan tenaganya,,karena ku tau dgn tubuh yang sudah tua renta dan jarak yg jauh tidak gampang buat mencapai rumahku, karena semua itu dilakukan dengan jalan kaki..itu yang sampai sekarang kalo aku masih belum percaya dengan pengorbanan si nenek tua demi menengok dan mendo'akanku.

frenz..mungkin kalian bertanya-tanya kenapa si nenek melakukan itu buatku. maaf semua alasan itu tidak akan aku ceritakan. biarlah aku, nenek tua dan Allah yg tahu.
yang pasti pesan dari tulisan ini ..."marilah kita terus belajar menghargai, membantu dan menyayangi semuanya tanpa melihat status..."...orang kaya memberi sesuatu itu tidak aneh..biasa aja, tapi jika orang papa, miskin memberikan sesuatu..itu berarti luar biasa.

Nek..terima kasih buat semuanya.
semua itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku, karena tanpa kau sadari, kau telah memberikan pelajaran berharga buatku.

Senin, 26 Oktober 2009

Mentari Pagi

Butir2 embun itu telah menghilang.Dalam kesederhanaanmu kau terlihat begitu indah.Ujung 2 kuncupmu pantulkan sinar mentari pagi.
Ada senyum disana..dan itu sudah cukup buatku.

Kamis, 22 Oktober 2009

Ibuku...

Fren...Tulisan ini sudah lama,..
aku buat sebagai hadiah untuk ibuku tercinta pas bertepatan dgn hari ibu 22 Desember 2004.
ini puisi atau apa..aku gak ngerti tepatnya, yang penting karya ini adalah curahan hatiku buat ibuku.
mungkin dimata orang lain ibuku biasa saja..tapi buatku dia adalah luar biasa, karena dengan keterbatasannya dia bisa menjadikan aku tuk lebih baik menghadapi hidup.
karena bertepatan dengan Hari Ibu, maka karya ini aku beri judul : " Selamat Hari Ibu buat Ibuku Tercinta...". let's see..

Ibu...
Maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi anak baik kebangganmu...
Maafkan aku jika sampai saat ini masih belum bisa membahagiakanmu...
belum bisa buat ibu tersenyum lebar...belum bisa membalas semua jasa ibu, walaupun aku tau semua itu tidak akan pernah aku bisa membalasnya dengan pas.
Tapi percayalah ibu..aku tidak akan pernah berhenti untuk melakukan yg terbaik buat ibu, agar ibu bahagia, karena kebahagiaan aku terbesar aku adalah saat melihat ibu bahagia.

Ibu...terima kasih kau telah mengantarkan aku menjadi seperti ini. Aku bangga kepadamu..bangga memiliki enkau.
kau adalah matahariku...kau adalah pelita disaat aku kegelapan. kau berikan aku sayap sehingga aku bisa terbang.
kau kembangkan layar kasihmu agar aku bisa mengarungi samudera kehidupan. Kau dinginkan aku saat aku emosi.

Ibu...terima kasih atas selimut yang kau berikan...Selimut kasih sayang yang menghangatkanku.
Ibu...kau adalah peri dalam kehidupanku...!Kau tak kalah hebatnya dengan Megawati, tak kalah kuatnya dengan Margareth Teatcher, kasih sayangmu tak kalah besarnya dengan kasih sayang Bunda Theresa.

Ibu..sekarang aku sudah dewasa.
Alhamdulillah aku sudah kerja, sehingga aku bisa menolong orang yang membutuhkan seperti pesan ibu dulu waktu aku masih remaja.
Semua itu karena ibu..karena do'a dan ridho ibu.
Karena ridho Allah adalah Ridho ibu...

Terima kasih Ibu..aku sayang ibu.

Masih....

Pohon itu telah tumbuh menjadi besar dengan akar-akarnya yg menjulang kebumi, membuat semakin kekar dan kuat ia berdiri.
Endapan pasir yang dulu kecil...dan sekarang telah menjadi gunung...gunung yg besar dan tinggi, sama kokoh dan tegapnya ia berdiri...Tapi aku masih tetap seperti ini..., langit yang kutatap masih nampak hitam..kelam, padahal ia indah berwarna biru tampak cerah keputih-putihan.
Sungai yang ku lihat tampak bergelombang, padahal sebenarnya ia tenang mengalir dengan sedikit riak nyanyian...indah, tapi semua itu tak bisa aku nikmati.
Bumi yang ku pijak terasa penuh kerikil, tajam seperti duri yang kurasakan.
Kadang aku masih berfikir...mengapa semua ini aku alami....??
cobaan atau ujian kah...?peringatan..?atau malah hukuman...?
Ya Allah...jika ini cobaan, kuatkan aku agar bisa menjalaninya dan lulus dengan ujian-MU.
Jika ini peringatan,..terima kasih..Kau masih sayang dgn memeperhatikanku dgn peringatan-MU agar aku menjadi manusia yang lebih baik. Dan jika ini Hukuman,...ampuni aku jika semua yg aku lakukan selama ini jauh dari perintah-Mu..
Apapun itu..aku mohon petunjuk dan bimbingan-Mu, agar aku bisa menjadi mahluk terbaik dihadapan-Mu..

Amiin..

Rabu, 21 Oktober 2009

HOME - song by Michael Buble

HOME
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I knowBut I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me'Cause this was not your dream
But you always believed in me
Another winter day has come
And gone awayIn even Paris and Rome
And I wanna go homeLet me go home
And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home
Song by : Michael Buble

Sebuah Kenang-kenangan....!!!

ini puisi asli karangan sendiri..
ku buat sebagai hadiah di Ulang Tahun seseorang yg saat itu sangat spesial..(mungkin sekarang juga masih...hehehe)

udah lama...tapi kesannya masih ada.



Dalam bilur Embun yang meretas
Ku bingkai selaksa do’a untukmu
Semoga kamu bahagia disetiap jejak kehidupanmu

"Happy Birthday"

Sayapmu tlah bertambah Satu
Semoga kita bisa terbang b’sama-sama tuk m’bawa cinta kita,
Senyum kita berdua, kasih sayang kita bersama semoga bisa mewarnai indahnya dunia

Jadilah Bintang yang bisa menerangi diri & orang lain
Jangan menjadi lilin…
Jadilah Merpati yang bisa bernyanyi…
Untukku, untukmu & orang-orang yang kita sayangi
May 17th, 2005

Mencoba Memulai...

Hasrat ini timbul udah lama sekali....
tapi berawal dari Blog seorang sahabat..Rabu, 21 Oktober 2009 jam 12.30 WIA (waktu Indonesia bagian Anyer) aku mendapatkan kekuatan untuk memulai membuat Blog sendiri...
Di sela-sela jam istirahat..aku mencoba mencari ide dan inspirasi untuk tulisan pertamaku..tapi tetap saja belum aku temukan...
sekarang aku masih saja bingung...
bingung untuk menentukan tema dalam tulisan pertamaku...
ternyata aku sadar, jika disituasi tertentu..ide tidak bisa dipaksakan untuk aku keluarkan, dan dalam situasi tertentu juga..ide bisa datang tiba-tiba tanpa kita undang.
Baiklah..jika demikian, cukup tulisanku kali ini sebagai perkenalan pertama. Perkenalan buat yang baca dan perkenalan buat diriku sendiri..

see U