Jumat, 30 Oktober 2009

Apakah ini...

ketika aku mengenal apa itu cinta.
aku terbodohi oleh nafsuku
ku kira dia adalah bidadari yang telah membangunkan aku dr tidurku..
tp..mengapa..
kini hatiku hancur..remuk..
dan saat ini diriku tak mengenal arah
tp.. mengapa..masih saja rindu ini tak mengenal ruang..
penantian ini tak mengenal lelah
apakah ini yang dinamakan cinta kelewat batas
ataukah..kepasrahan yang dungu..

Kamis, 29 Oktober 2009

Dilarang Mubazir

Pada suatu pesta pernikahan. Ramai dengan tamu undangan dan hadirin untuk turut berbahagia nampak sudah selesai. Pada petugas katering sibuk untuk membereskan peralatan tapi ada hal yang aneh mereka lihat sebab semua makanan terlihat utuh, bila ada yang dimakan hanya sedikit saja. Pemilik katering memanggil petugas katering. 'Kenapa banyak makanan yang utuh? apa makanannya tidak enak? bukankah ini mubazir?'Ternyata belakangan diketahui bahwa hampir semua MC pada resepsi acara pernikahan selalu mengucapkan kata yang sama, 'Silahkan para hadirin dan tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia.' Jadi kebanyakan tamu tidaklah makan namun hanya sekedar mencicipi semua makanan yang ada.Barangkali inilah gambaran kemubaziran yang telah menjadi kebiasaan secara masif. Betapa banyak pesta pernikahan untuk biaya makanan yang dikeluarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah menjadi mubazir karena makanan banyak yang terbuang. Bukankah Baginda Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada kita 'almubadzirina ikhwanasyaiton' artinya Kemubaziran itu temannya setan.Disiapkannya hidangan makanan pada setiap acara pesta pernikahan atau pesta yang lainanya begitu sangat melimpah, merupakan ujian buat para tamu, seringkali kita tidak tahan ujian dengan mengambil begitu banyak makanan yang melampui batas kemampuan kita untuk menyantap sehingga yang terjadi kemubaziran terjadi secara massal dan hegemonik. Kita bisa bayangkan betapa sungguh indahnya hidup ini makanan yang terbuang dan mubazir itu juga bisa dinikmati oleh anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sepatutnya kita memerlukan pola baru agar kemubaziran tidak terjadi pada sebuah pesta pernikahan.Pesta pernikahan menjadi begitu indah, agung dan penuh berkah karena makanan yang dinikmati oleh hadirin dan tamu undangan tanpa ada yang terbuang sia-sia. Kemubaziran patut kita hindarkan dengan mengingatkan hadirin seperti rambu lalu lintas tanda dilarang parkir. kita juga perlu membuat rambu dilarang mubazir tepat disamping tulisan 'Selamat Menikmati.'

Soe Hoek Gie dan Lembah Pandalawangi

Halo Frenz...
Nah yang akan saya tulis ini adalah sebuah puisi, tapi puisi kali bukan asli karanganku. puisi ini aku sadur dari sebuah film dan buku yang berjudul GIE dengan sutradaranya Mira Lesmana, sebuah nama yang tidak asing lagi dalam perfileman Nasional.
Kenapa aku masukan puisi ini dalam blog ku..jujur..aku suka dengan cerita filmnya, karakter GIE yang nama aslinya Soe Hok Gie benar-benar menginspirasi hidupku..seorang idealis yang suka berpetualan mendaki gunung, sampai aku koleksi semua yg berhubungan dgn cerita nyata Gie tersebut mulai dari CD, DVD bahkan aku nyari bukunya sampai ke Bandung tapi tidak menemukan karena buku itu terbitan udah lama sekali yang pada saat pemerintahan orde baru sempat di larang. tapi aku pernah membaca bukunya dari seorang teman sebut saja D. dengan fisik buku yang sudah rapuh, kertasnya berwarna kuning dan halamannya hampir semua terlepas karena lem sebagai perekat halaman sudah hilang pengaruhnya.

Cerita tentang Gie sampai disini saja.
sekarang kita mulai dengan puisinya..
langsung ke bait pertama, karena aku sendiri tidak tahu judulnya...hehe
let see below...


Akhirnya Semua akan tiba pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu...memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan kerah leherku.

kabut tipispun turun pelan-pelan ke lembah kasih..lembah Pandalawangi
kau dan aku tegak berdiri..kulihat ketakutan yang menjadi suram..meresapi belaian angan yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu..
ketika kudekap..kau dekaplah lebih mesra..lebih dekat.
Apakah kau masih akan berkata..kudengar detak jantungku.

Kita begitu berbeda dalam semua...kecuali dalam cinta.


puisi lainnya

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yangmanis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.(CSD, Selasa, 11 November 1969)

Note:
15 Desember 1969, Soe Hok Gie bersama kawan-kawannya Herman Lantang, Abdul Rahman, Idhan Lubis, Aristides Katoppo, Rudy Badil, Freddy Lasut, Anton Wiyana berangkat menuju Puncak Semeru melalui kawasan Tengger. Soe Hok Gie ingin bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 27 di atap tertinggi Pulau Jawa tersebut. Tanggal 16 Desember, di tengah angin kencang di ketinggian 3.676 meter (dari atas permukaan laut), Hok Gie, Idhan, Rahman terserang gas beracun. Hok Gie dan Idhan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan nyawa mereka tidak sempat tertolong.Bagi Soe Hok Gie, gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Ia juga mengatakan: “Hanya di puncak gunung aku merasa bersih.” Tapi lebih dari itu, kecintaannya pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airnya

Rabu, 28 Oktober 2009

Nenek Tua...

Jika baca judul diatas "Nenek Tua" mungkin orang akan tersenyum aneh.ya...dimana-mana nenek itu pasti sudah tua.
akan dimulai darimana nulisnya juga aku masih bingung. Yang pasti cerita ini berawal dari sakitku yang harus dirawat di Rumah Sakit Swasta di kotaku.
Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30..
satu hari setelah aku pulang dari RS, biasalah kehidupan di Kampung rasa toleransi nya masih tinggi.satu persatu para tetangga, teman dan kerabatku yang tidak sempat nengok ke RS berdatangan menjenguk aku ke Rumah. banyak yg marah..terutama teman-teman dan kerabat yang tidak aku beritahu jika aku sakit dan harus di rawat di rumah sakit..sampai-sampai si nenek ku tercinta yg udah tua renta menangis. Inget waktu dulu (saat nenek masih kuat dan sehat ) ketika aku pulang dari RS, saat tiba dirumah aku langsung di sawer.jujur sedikitnya ada rasa malu saat itu, karena aku sudah besar diperlakukan seperti anak kecil.tapi rasa malu itu aku coba bunuh.aku harus melihat sisi positifnya, niat dan pengorbanan nenek yg mungkin sederhana tapi buatku sangat berarti. itu mungkin cara nenekku menunjukan kasih sayangnya kepadaku...trima kasih Nek..I love U full..semua itu tidak akan pernah aku lupakan sampai aku tua nanti.
frenz..kembali ke rencana semula..topik utama yang sebenarnya akan aku ceritakan dalam tulisan ini.
judul di atas bukan mewakili untuk nenek ku.tapi untuk nenek lain.. nenek yang tidak ada hubungan darahnya.

Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30, saat aku sedang santai sambil menonton acara Tv. karena waktu di Rs aku hilang informasi, karena ingin tahu perkembangan yang terjadi di indonesia baik politik dgn kontroversinya di mana-mana, ekonomi yg fluktuatif maupun acara infotainment yang semua televisi menyiarkan perceraian para selebritis..pusing lihatnya, tapi tetap saja aku tonton.hehehe
ketika sedang menonton TV, samar-samar terdengar dari luar ada suara orang yang tidak tahu siapa..wanita atau pria..anak-anak atau orang dewasa... karena suara dari luar terlalu kecil, aku kecilkan volume TV, kupasang telinga dengan baik-baik..ternyata..di luar ada suara ibu-ibu mengucapkan Assalamu'alaikum...aku segera menuju ke depan dan membukakan pintu depan, dan ternyata...ya Allah..di depan ada seorang nenek-nenek tua renta, badannya sudah bungkuk meski tubuhnya terlihat agak gemuk, tapi aku masih jelas melihat betapa lelahnya nenek tua saat itu.
Aku persilahkan si nenek tua masuk, sambil masih rasa ini gak percaya jika si nenek tua itu kerumahku jauh-jauh dari rumahnya yg berjarak 3 km, dengan jalan kaki dengan hanya mengenakan sandal jepit tipis yang sudah berapa lama gak ganti karena terlihat ada tali yg mengikat agar sandalnya masih bisa dipakai.
yang membuat aku terenyuh, terharu sampai gak terasa dari mataku keluar air mata..jujur aku nangis saat si nenek tua memberiku bungkusan plastik hitam yang saat itu tidak aku buka.kami ngobrol, banyak pertanyaan si nenek tua kepadaku tentang penyakitku. Tidak terasa kami sudah 30 menit ngobrol, hari semakin sore, dan si nenek tua pamit..ku antar dia kedepan bersama ibuku.ku cium tangannya sambil mengucapkan banyak terima kasih, dadaku masih terasa sesak menahan gejolak yg tiba2 saja datang.
Setelah si nenek pulang, kubuka bungkusan dgn plastik hitam..dan ternyata....ya Allah ada 4 buah roti yang di jual di warung-warung kecil, satu buah roti harganya 500 rupiah, jadi total harga semuanya 2000 rupiah.

ya...Allah..semakin berdetak kencang rasanya dadaku menahan gejolak yg terjadi dalam diriku.

Frenz..bukan bingkisan yg hanya seharga 2000 rupiah yg membuat aku sedih, terharu, menangis sambil menahan kencangnya jantungku berdetak. Pengorbanan si nenek tua dgn watunya..dengan uang 2000 rupiahnya..dengan tenaganya,,karena ku tau dgn tubuh yang sudah tua renta dan jarak yg jauh tidak gampang buat mencapai rumahku, karena semua itu dilakukan dengan jalan kaki..itu yang sampai sekarang kalo aku masih belum percaya dengan pengorbanan si nenek tua demi menengok dan mendo'akanku.

frenz..mungkin kalian bertanya-tanya kenapa si nenek melakukan itu buatku. maaf semua alasan itu tidak akan aku ceritakan. biarlah aku, nenek tua dan Allah yg tahu.
yang pasti pesan dari tulisan ini ..."marilah kita terus belajar menghargai, membantu dan menyayangi semuanya tanpa melihat status..."...orang kaya memberi sesuatu itu tidak aneh..biasa aja, tapi jika orang papa, miskin memberikan sesuatu..itu berarti luar biasa.

Nek..terima kasih buat semuanya.
semua itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku, karena tanpa kau sadari, kau telah memberikan pelajaran berharga buatku.

Senin, 26 Oktober 2009

Mentari Pagi

Butir2 embun itu telah menghilang.Dalam kesederhanaanmu kau terlihat begitu indah.Ujung 2 kuncupmu pantulkan sinar mentari pagi.
Ada senyum disana..dan itu sudah cukup buatku.

Kamis, 22 Oktober 2009

Ibuku...

Fren...Tulisan ini sudah lama,..
aku buat sebagai hadiah untuk ibuku tercinta pas bertepatan dgn hari ibu 22 Desember 2004.
ini puisi atau apa..aku gak ngerti tepatnya, yang penting karya ini adalah curahan hatiku buat ibuku.
mungkin dimata orang lain ibuku biasa saja..tapi buatku dia adalah luar biasa, karena dengan keterbatasannya dia bisa menjadikan aku tuk lebih baik menghadapi hidup.
karena bertepatan dengan Hari Ibu, maka karya ini aku beri judul : " Selamat Hari Ibu buat Ibuku Tercinta...". let's see..

Ibu...
Maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi anak baik kebangganmu...
Maafkan aku jika sampai saat ini masih belum bisa membahagiakanmu...
belum bisa buat ibu tersenyum lebar...belum bisa membalas semua jasa ibu, walaupun aku tau semua itu tidak akan pernah aku bisa membalasnya dengan pas.
Tapi percayalah ibu..aku tidak akan pernah berhenti untuk melakukan yg terbaik buat ibu, agar ibu bahagia, karena kebahagiaan aku terbesar aku adalah saat melihat ibu bahagia.

Ibu...terima kasih kau telah mengantarkan aku menjadi seperti ini. Aku bangga kepadamu..bangga memiliki enkau.
kau adalah matahariku...kau adalah pelita disaat aku kegelapan. kau berikan aku sayap sehingga aku bisa terbang.
kau kembangkan layar kasihmu agar aku bisa mengarungi samudera kehidupan. Kau dinginkan aku saat aku emosi.

Ibu...terima kasih atas selimut yang kau berikan...Selimut kasih sayang yang menghangatkanku.
Ibu...kau adalah peri dalam kehidupanku...!Kau tak kalah hebatnya dengan Megawati, tak kalah kuatnya dengan Margareth Teatcher, kasih sayangmu tak kalah besarnya dengan kasih sayang Bunda Theresa.

Ibu..sekarang aku sudah dewasa.
Alhamdulillah aku sudah kerja, sehingga aku bisa menolong orang yang membutuhkan seperti pesan ibu dulu waktu aku masih remaja.
Semua itu karena ibu..karena do'a dan ridho ibu.
Karena ridho Allah adalah Ridho ibu...

Terima kasih Ibu..aku sayang ibu.

Masih....

Pohon itu telah tumbuh menjadi besar dengan akar-akarnya yg menjulang kebumi, membuat semakin kekar dan kuat ia berdiri.
Endapan pasir yang dulu kecil...dan sekarang telah menjadi gunung...gunung yg besar dan tinggi, sama kokoh dan tegapnya ia berdiri...Tapi aku masih tetap seperti ini..., langit yang kutatap masih nampak hitam..kelam, padahal ia indah berwarna biru tampak cerah keputih-putihan.
Sungai yang ku lihat tampak bergelombang, padahal sebenarnya ia tenang mengalir dengan sedikit riak nyanyian...indah, tapi semua itu tak bisa aku nikmati.
Bumi yang ku pijak terasa penuh kerikil, tajam seperti duri yang kurasakan.
Kadang aku masih berfikir...mengapa semua ini aku alami....??
cobaan atau ujian kah...?peringatan..?atau malah hukuman...?
Ya Allah...jika ini cobaan, kuatkan aku agar bisa menjalaninya dan lulus dengan ujian-MU.
Jika ini peringatan,..terima kasih..Kau masih sayang dgn memeperhatikanku dgn peringatan-MU agar aku menjadi manusia yang lebih baik. Dan jika ini Hukuman,...ampuni aku jika semua yg aku lakukan selama ini jauh dari perintah-Mu..
Apapun itu..aku mohon petunjuk dan bimbingan-Mu, agar aku bisa menjadi mahluk terbaik dihadapan-Mu..

Amiin..

Rabu, 21 Oktober 2009

HOME - song by Michael Buble

HOME
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I knowBut I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me'Cause this was not your dream
But you always believed in me
Another winter day has come
And gone awayIn even Paris and Rome
And I wanna go homeLet me go home
And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home
Song by : Michael Buble

Sebuah Kenang-kenangan....!!!

ini puisi asli karangan sendiri..
ku buat sebagai hadiah di Ulang Tahun seseorang yg saat itu sangat spesial..(mungkin sekarang juga masih...hehehe)

udah lama...tapi kesannya masih ada.



Dalam bilur Embun yang meretas
Ku bingkai selaksa do’a untukmu
Semoga kamu bahagia disetiap jejak kehidupanmu

"Happy Birthday"

Sayapmu tlah bertambah Satu
Semoga kita bisa terbang b’sama-sama tuk m’bawa cinta kita,
Senyum kita berdua, kasih sayang kita bersama semoga bisa mewarnai indahnya dunia

Jadilah Bintang yang bisa menerangi diri & orang lain
Jangan menjadi lilin…
Jadilah Merpati yang bisa bernyanyi…
Untukku, untukmu & orang-orang yang kita sayangi
May 17th, 2005

Mencoba Memulai...

Hasrat ini timbul udah lama sekali....
tapi berawal dari Blog seorang sahabat..Rabu, 21 Oktober 2009 jam 12.30 WIA (waktu Indonesia bagian Anyer) aku mendapatkan kekuatan untuk memulai membuat Blog sendiri...
Di sela-sela jam istirahat..aku mencoba mencari ide dan inspirasi untuk tulisan pertamaku..tapi tetap saja belum aku temukan...
sekarang aku masih saja bingung...
bingung untuk menentukan tema dalam tulisan pertamaku...
ternyata aku sadar, jika disituasi tertentu..ide tidak bisa dipaksakan untuk aku keluarkan, dan dalam situasi tertentu juga..ide bisa datang tiba-tiba tanpa kita undang.
Baiklah..jika demikian, cukup tulisanku kali ini sebagai perkenalan pertama. Perkenalan buat yang baca dan perkenalan buat diriku sendiri..

see U