Kamis, 05 November 2009

Kali Pertama..

Pertama kali..

Kali pertama...

gabungan kata di atas mungkin artinya sama.tapi aku kali ini untuk judul aku lebih suka memakai gabungan kata yang kedua yaitu kali pertama. gak ada alasannya..semua suka-suka saya..hehehe.

Sebenarnya informasi ada donor darah udah lama aku tau dari email yg dikirimkan oleh management. Tapi aku anggap angin lalu, soalnya dari dulu..disetiap beberapa kesempatan aku selalu gagal buat ngedonorin darahku.

Inget dulu...waktu aku akan mendonorkan darah buat istri seorang temen kerja ( yang sekarang sudah almarhum) setelah melahirkan karena kekurangan darah. masih inget saat itu, dari kantor dikirim 3 orang calon pendonor. 1 cewek dan 2 cowok...dan ternyata dari ketiganya gak ada yg masuk kualifikasi untuk donor, karena temen aku yang dua ternyata darah rendah dan aku sendiri saat itu tensi darahnya tinggi.

Kira-kira jam 10.30 wib...aku melihat temen kerja satu ruanganku makan, gak biasanya..padahal jam makan siang masih 1,5 jam lagi. kemudian aku tanya dia:"loh tumben...jam segini koq udah makan???kemudian dia menjawab:"ya nih...badan lemes banget..soalnya tadi habis donor darah"..aku percaya saja karena saat itu dia menjawab dengan bergaya lemas dengan badan yang di lemas-lemaskan.

di tambah lagi oleh supervisorku yang baru pulang dari donor..akhirnya aku terpacu buat donor darah juga.
Segera aku melangkahkan kakiku ke klinik dimana tempat pengambilan darah di lakukan.
ada beberapa temen juga yg sedang antri disana nunggu giliran. aku langsung melakukan pendaftaran dengan menulis surat pernyataan persetujuan tentang donor ini.
setelah itu aku di check golongan dan tensi darahnya untuk menenetukan apakah kita layak untuk mendonorkan darah atau tidak...dan hasil check tensiku saat itu 120/80 mmhg.
Alhamdulillah akhirnya aku bisa mendonorkan darahku.

Meskipun saat itu, dalam fikiranku ada pertanyaan dan sedikit kurang sreg dengan peraturan saat itu.

Menurutku harusnya khan di check dulu golongan dan tensi darahnya, jika cocok dan masuk kualifikasi untuk donor..setelah itu baru kita membuat surat persetujuan. Karena..aku fikir, jika kita membuat surat persetujuan dulu, dan pada akhirnya kita tidak masuk kualifikasi buat donor..sia-sia saja surat persetujuan yg kita buat tadi dan akhirnya harus di batalkan dengan cara di robek...kurang efektif dan effisien.
Tapi...para tim udah berpengalaman. apa yang mereka lakukan mereka yang tahu yang terbaik buat mereka sendiri...itu hanya menurut aku saja...bolehkan kita beropini asal tidak merugikan pihak lain.

Sambil menunggu giliran dipanggil untuk di ambil darah, aku duduk di kursi antrian sambil ngobrol dengan teman-teman yang lain..sambil ketawa-ketawa dengan joke-joke yang kami bincangkan...mungkin dengan maksud relaksasi agar tidak tegang.

Kemudian aku minta di check tensi yang kedua kalinya..hasilnya 130/90 mmhg...ada peningkatan tensi...gak tau pasti sebabnya..karena tegang atau karena yang lainnya.

meski tensi aku agak tinggi saat itu..tapi si petugas meyakinkan aku, jika tensi segitu masih dibolehkan buat donor...asalkan masih di bawah 150.

Tibalah giliranku...aku masuk keruangan seluas 2 x 4 meter untuk di ambil darahnya.
kemudian aku bertanya kepada petugas:

aku:kira-kira berapa lama prosesnya mas...???

petugas:tergantung...!!!

aku:tergantung apa??

petugas:mmmhh....

dia diam dan hanya menggumam...eeuuhhh...sungguh kurang memuaskan.padahal dia mau ambil darah aku...gratis lagi.

kemudian dia menyiapkan peralatan suntik...
saat dia mempersiapkan alat-alat suntik, aku bertanya lagi.

aku:kira-kira sakit gak mas...???
petugas:mas..yang namanya di suntik pasti sakitlah...apalagi jarumnya lebih besar.


dalam hati aku berkata:ya Allah..ini orang harusnya gak cocok jadi petugas medis dan apalah...
harusnya sebisa mungkin dia membuat suasana mejadi santai dan nyaman dengan jawabannya.
inimah...malah membuat orang jadi lebih takut dan was-was.
Untung pasiennya aku (yang pemberani...hahahaha), coba kalo yang lain.

Jarum suntik yg agak besar disuntikan ke bagian tengah pergelangan tanganku...saat pertama masuk sih emang agak sakit..tapi setelah beberapa saat sakitnya hilang. hanya ketegangan mungkin yang ada...hahaha

Untuk menghilangkan ketegangan itu, aku mencoba berfacebookan ria dengan tangan satuku.
Kira-kira tidak menghabiskan 10 menit...selesai sudah proses donor darahnya.

Ucapan terimakasih aku terima dari petugas bagian pendaftaran sambil memberikan susu, telor ayam rebus, pop mie, bubur kacang dan tablet penambah darah.

Lega..terasa saat setelah itu.

ternyata donor enak juga...apalagi salah satu dari petugas itu bilang minimal 4 bulan sekali donor darah, InsyaAllah itu baik buat sirkulasi darah.

Yaahh....meski alasan aku donor awalnya mungkin tidak sengaja, InsyaAllah aku ikhlas dengan donor itu.semoga setetes atau beberapa tetes darah aku dan darah yang lainnya bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan...dan tidak untuk di perjual belikan terutama kepada saudara-saudarku yang kurang mampu yang selama ini di issu kan.


Terima kasih



Wassalam.





Minggu, 01 November 2009

surat dari ibu yang tersayat hatinya

Anakku..
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu,seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangatmemahami makna ini dengan baik.

Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.


Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatan kudemi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.


Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku.

Ibus emakin susah melakukan gerakan.


Anakku.Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu.Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu,mana upah Ibu selama ini ?Anakku..Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzatyang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku.Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku.Anakku.Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah,kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah airmataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga)menjadi tanggungannya sendiri".Anakku.Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darahp ersalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit.

Ingatlah ... Ingatlah..Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".


Anakku.

Allah berfirman: "Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal" [Yusuf : 111]Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orangtua.

Sabtu, 31 Oktober 2009 jam 22.50 wib

Blue Saturday...
sebenernya niat ingin nulis datangnya dari pagi banget...ide-ide yang ada di kepala sepertinya memaksaku dan memberontak ingin keluar. tapi gak tahu kenapa semua itu bisa tertahan dan terbendung..mungkin karena saat itu aku sedang konsentrasi merasakan sakit kepala yang sangat..yang dari semalam datang... hilang...timbul..hilang..dan timbul lagi. dan jadilah weekend ini aku habiskan di rumah..tidur dan tidur lagi..dengan harapan setelah terbangun sakit kepalaku akan menguap terbawa mimpi..tapi ternyata tidak.

detik...menit..bahkan jam berlalu..tapi sakit kepalaku masih fluktuatif seperti nilai dolar dan iman seseorang. aku coba menikmati, meski jujur sakitnya kerasa banget. dan semua itu aku rasakan sendiri dan tidak ada yang tahu, termasuk ibu tercintaku yang sangat menyayangiku.

Tidak terasa malam semakin larut..meski terseok-seok melewati hari dengan beban dikepala...Alhamdulillah aku bisa melewatinya.
Udara malam semakin dingin...angin kecil bertiup..memaksa pohon-pohon kemuning dan palem kecil di samping rumahku terpaksa ikut menari.

waktu sudah menunjukan jam 22:00 wib.
seperti biasa..saatnya aku siap-siap beranjak masuk kedalam istana tidurku.
meski jelek dan panas, aku tetep sebut itu istana.
Seperti biasa..sebagai pengantar tidur selain berdo'a, aku terbiasa mendengarkan lagu kesukaanku. aku ambil camcorder murahku. ku setel MP3 dalam camcorderku yang berisi lagu campuran dari berbagai jenis musik, yang pasti semua lagu yang ada disitu adalah lagu pilihan yang sudah aku sortir sesuai karakter, selera dan perasaan yang mengena dgn lagunya.

Mata masih belum terpejam. Sambil mendengarkan lagu, aku membalas sms dari temen-temen dan ber-FaceBook ria, meng-update status dan membalas comentar teman-teman FB-ku.

lirik demi lirik terlewati...satu judul lagu berganti dengan judul yang lainnya. yang semua itu hanya irama dan nadanya saja yang aku dengarkan karena aku sedang berkonsen ria dengan FB-ku.

Eitt...tiba-tiba tepat jam 22:50 Wib...lagu dari camcorder murahku berganti. suara sexy dari penyanyi asal negeri yang pernah menjajah bangsa kita yaitu Belanda, tiba-tiba saja membuyarkanku dari konsentrasi ber-facebookan...yah..sekarang giliran Bryan Adams bernyanyi dengan "When You Love Someone".

Fren..
aku gak ngerti... pas di lirik pertama..mungkin karena judulnya atau arti liriknya itulah tiba-tiba aku mendapatkan kekuatan untuk menulis. Sejujurnya lagu itu mengingatkanku akan apa yang pernah aku lakukan. Saat aku mencintai dan menyayangi seseorang, akan aku lakukan semuanya buat dia. bahkan akupun bisa berbuat sesuatu yang mungkin menurut orang lain gila dan bodoh. tapi buatku..I don't care about them opinions..asalkan hasratku tercipta nyata...hahaha.

buat melengkapi, aku tuliskan liriknya di bawah ini:


When You Love Someone


when you love someone – you’ll do anything
you’ll do all the crazy things that you can’t explain
You’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone

you’ll deny the truth – believe a lie
there’ll be times that you’ll believe you could really fly
but your lonely nights – have just begun
when you love someone

when you love someone – you’ll feel it deep inside
and nothin else can ever change your mind
when you want someone – when you need someone
when you love someone…


when you love someone – you’ll sacrifice
you’d give it everything you got and you won’t think twice
you’d risk it all – no matter what may come
when you love someone
you’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone


lagu terus berganti...
Nah..sekarang giliran "Mad World"-nya Adam lambert yang bernyanyi.
terpaksa aku hentikan tulisanku, karena setelah lagu itu ada 7 lagu-lagunya Michael Buble dan lagu terbarunya Dewa yaitu ' Bukan Cinta Manusia Biasa" lagu-lagu tersebut sengaja aku susun track-nya berurutan. Ada apa dengan lagu itu???hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu.
saat itu pulalah...aku khusu mendengarkan lagu sampai selesai.
sampai tidak terasa waktu menunjukan jam 23:42 menit...
18 menit lagi berganti hari di bulan yang baru..November...tapi mataku masih terjaga.
terpaksa aku hentikan kegiatanku malam ini...di awali dengan do'a dan harapan di masa yang akan datang akan sesuatu yang lebih baik terjadi pada diriku, pada keluargaku, pada bangsa dan agamaku...akhirnya kurebahkan tubuhku dengan harapan aku bisa tertidur lelap dengan mimpi yang indah sambil berharap semua mimpi itu akan menjadi nyata...Amiin.
Wuaaahh....Wuaah... nguantukkk....
see u tomorrow...

belum ada judul.....

Waktu berjalan seperti hantu dilembah gelap...aku merasa seperti seorang tahanan yang putus asa tanpa harapan ingin mendobrak dinding-dinding penjara dengan tatapan mataku.
Lalu aku menerobos keluar dan berenang dilautan kebebasan.

Dukaku masih belum bertepi...tapi senyumku masih dapat terkembang karena sahabat-sahabat sejatiku.

Angin...
Menangislah untukku...dengarlah kisah sedihku.
sebab tangismu akan mejadi do'a dan air mata karena cinta lebih utama dari kebaikan yang tidak memuat cinta, karena air mata cinta lahir dari kedalaman jiwa seperti mahluk bernyawa.

....lebih Sadar dan Mengerti

"Ketika saya menjadi mengerti bahwa hidup ini semakin berkurang dan berkurang, saya belajar untuk hidup untuk lebih banyak dan lebih banyak lagi.."

"Ketika aku semakin mengerti bahwa ada banyak orang yang sangat peduli akan kesehatanku, saat ini juga aku benar-benar harus lebih menghargai kesehatanku"

"Ketika aku sadar bahwa suatu saat nanti aku akan pergi meninggalkan dunia ini, meninggalkan orang-orang yang sangat aku sayangi, meninggalkan orang-orang yang peduli kepadaku...saat ini juga aku berusaha mengisi hidupku dengan sesuatu yang berharga dan berguna..kulakukan untuk membahagiakan serta membalas kepedulian mereka kepadaku. Karena cita-citaku jika aku pergi meninggalkan dunia ini, aku ingin mereka mengenangku dengan kebaikanku...bukan mengingatku dengan kejelekanku
...."