Kali ini aku akan menceritakan tentang apa yang aku alami saat aku pulang
kerja.
Dalam waktu yang tidak lebih dari 15 menit perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah aku, aku melihat pemandangan yang membuat hatiku teriris menyaksikannya...pas di pasar Anyer lama, yaitu seorang kakek tua jangkung kurus dengan membawa kelapa muda yang dia jinjing di kedua tangannya masing-masing 2 buah dan di kedua pundaknya masing-masing 2 buah juga, jadi total semuanya 8 buah kelapa muda.
Aku hanya sekilas melihat dia..karena pertama aku melihat dia juga karena di beritahukan oleh teman kerja yang satu mobil dengan aku, tapi aku bisa merekam dengan jelas semua fisik tentang si kakek itu.
Kecepatannya mobil yang tentunya lebih cepat dari si kakek tua, apalagi jaraknya berlawanan arah tentunya, hanya beberapa detik saja telah membuat jarak kami semakin jauh. Ingin aku membeli kelapa mudanya atas anjuran teman saat itu untuk meringankan beban kakek itu, tapi apa daya aku gak mampu karena ada rasa tidak enak kepada bapak sopir untuk menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
Lewat sudah kesempatanku yang diberikan Allah untuk berbuat baik.
Ada penyesalan dalam hati..tapi ya sudahlah...aku terlalu lemah untuk melakukan itu semua.
Seiring waktu dan obrolan dengan teman kerja dan pak Sopir...lupa sudah ingatanku tentang kakek tua itu.
Keesokan harinya..peristiwa itu terulang kembali..persis yang aku lihat dengan apa yang aku lihat kemarin sore, yaitu kakek yang sama.ternyata memang benar si kakek adalah penjual kelapa muada keliling, tapi anehnya selalu di jam yang sama aku melihat si kakek pas di tempat yang sama aku kemarinnya lihat.
Tidak tau persis, dari mana dia mulai dan berapa awalnya kelapa muda yang dia bawa, pokoknya yang aku lihat adalah di tempat itu dengan jumlah kelapa muda yang sama.
Kesempatan aku untuk berbuat baik aku lewatkan lagi, padahal harga kelapa muda itu tidak lebih dari 4000 rupiah.
ya Allah...penyesalan kali ini lebih besar, KAU berikan aku kesempatan 2 kali, tapi tidak aku sambut dengan baik.
Setelah itu baru aku niatkan dalam hati...jika aku melihat dia lagi, aku akan beli kelapa mudanya.
Sejak saat itu,setiap aku pulang kerja, aku konsentrasi dengan penglihatanku untuk mencari siapa tahu aku bisa melihat si kakek itu lagi, tapi sampai saat aku menulis cerita inipun aku tidak pernah melihat kakek itu lagi.
Terbersit dalam hati saat aku melihat kakek itu adalah kemanakah para anak-anaknya??sehingga sampai setua itu dia masih bekerja...dengan tulang-tulang yang hanya di balut kulit tipis keriput dia masih semangat untuk bertanggung jawab akan hidup dirinya, mungkin juga bertanggung jawab akan hidup istri dan cucunya di rumah.
bukankah seharusnya dia istirahat dirumah, konsentrasi ibadah dimasa tuanya.bukankah harusnya si anak yang sekarang gantian berperan sebagai pencari nafkah buat dia seperti apa yang dia lakukan dulu saat masih kuat untuk anak-anaknya.
Tapi aku tidak tahu kondisi yang sebenarnya tentang keluarga si kakek itu, yang aku salut dari dia adalah di masih mau bekerja..tidak bermalas-malasan atau meminta-minta seperti yang banyak aku lihat di jalan-jalan padahal mereka masih muda di banding si kakek itu.
Pelajaran yang aku dapatkan dari peristiwa yang aku lihat kemarina adalah:
- Aku harus lebih semangat lagi berusaha buat kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi.,MASA AKU KALAH SEMANGATNYA DENGAN KAKEK ITU.
- Jika di berikan kesempatan untuk berbuat baik, ambil kesempatan itu tanpa harus berfikir panjang.
Fren...itulah sedikit peristiwa yang aku alami kemarin.
Sampai detik ini aku masih berharap, kalo aku bisa melihat si kakek itu lagi.