Jika baca judul diatas "Nenek Tua" mungkin orang akan tersenyum aneh.ya...dimana-mana nenek itu pasti sudah tua.akan dimulai darimana nulisnya juga aku masih bingung. Yang pasti cerita ini berawal dari sakitku yang harus dirawat di Rumah Sakit Swasta di kotaku.
Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30..
satu hari setelah aku pulang dari RS, biasalah kehidupan di Kampung rasa toleransi nya masih tinggi.satu persatu para tetangga, teman dan kerabatku yang tidak sempat nengok ke RS berdatangan menjenguk aku ke Rumah. banyak yg marah..terutama teman-teman dan kerabat yang tidak aku beritahu jika aku sakit dan harus di rawat di rumah sakit..sampai-sampai si nenek ku tercinta yg udah tua renta menangis. Inget waktu dulu (saat nenek masih kuat dan sehat ) ketika aku pulang dari RS, saat tiba dirumah aku langsung di sawer.jujur sedikitnya ada rasa malu saat itu, karena aku sudah besar diperlakukan seperti anak kecil.tapi rasa malu itu aku coba bunuh.aku harus melihat sisi positifnya, niat dan pengorbanan nenek yg mungkin sederhana tapi buatku sangat berarti. itu mungkin cara nenekku menunjukan kasih sayangnya kepadaku...trima kasih Nek..I love U full..semua itu tidak akan pernah aku lupakan sampai aku tua nanti.
frenz..kembali ke rencana semula..topik utama yang sebenarnya akan aku ceritakan dalam tulisan ini.
judul di atas bukan mewakili untuk nenek ku.tapi untuk nenek lain.. nenek yang tidak ada hubungan darahnya.
Selasa 27 Oktober 2009 jam 16:30, saat aku sedang santai sambil menonton acara Tv. karena waktu di Rs aku hilang informasi, karena ingin tahu perkembangan yang terjadi di indonesia baik politik dgn kontroversinya di mana-mana, ekonomi yg fluktuatif maupun acara infotainment yang semua televisi menyiarkan perceraian para selebritis..pusing lihatnya, tapi tetap saja aku tonton.hehehe
ketika sedang menonton TV, samar-samar terdengar dari luar ada suara orang yang tidak tahu siapa..wanita atau pria..anak-anak atau orang dewasa... karena suara dari luar terlalu kecil, aku kecilkan volume TV, kupasang telinga dengan baik-baik..ternyata..di luar ada suara ibu-ibu mengucapkan Assalamu'alaikum...aku segera menuju ke depan dan membukakan pintu depan, dan ternyata...ya Allah..di depan ada seorang nenek-nenek tua renta, badannya sudah bungkuk meski tubuhnya terlihat agak gemuk, tapi aku masih jelas melihat betapa lelahnya nenek tua saat itu.
Aku persilahkan si nenek tua masuk, sambil masih rasa ini gak percaya jika si nenek tua itu kerumahku jauh-jauh dari rumahnya yg berjarak 3 km, dengan jalan kaki dengan hanya mengenakan sandal jepit tipis yang sudah berapa lama gak ganti karena terlihat ada tali yg mengikat agar sandalnya masih bisa dipakai.
yang membuat aku terenyuh, terharu sampai gak terasa dari mataku keluar air mata..jujur aku nangis saat si nenek tua memberiku bungkusan plastik hitam yang saat itu tidak aku buka.kami ngobrol, banyak pertanyaan si nenek tua kepadaku tentang penyakitku. Tidak terasa kami sudah 30 menit ngobrol, hari semakin sore, dan si nenek tua pamit..ku antar dia kedepan bersama ibuku.ku cium tangannya sambil mengucapkan banyak terima kasih, dadaku masih terasa sesak menahan gejolak yg tiba2 saja datang.
Setelah si nenek pulang, kubuka bungkusan dgn plastik hitam..dan ternyata....ya Allah ada 4 buah roti yang di jual di warung-warung kecil, satu buah roti harganya 500 rupiah, jadi total harga semuanya 2000 rupiah.
ya...Allah..semakin berdetak kencang rasanya dadaku menahan gejolak yg terjadi dalam diriku.
Frenz..bukan bingkisan yg hanya seharga 2000 rupiah yg membuat aku sedih, terharu, menangis sambil menahan kencangnya jantungku berdetak. Pengorbanan si nenek tua dgn watunya..dengan uang 2000 rupiahnya..dengan tenaganya,,karena ku tau dgn tubuh yang sudah tua renta dan jarak yg jauh tidak gampang buat mencapai rumahku, karena semua itu dilakukan dengan jalan kaki..itu yang sampai sekarang kalo aku masih belum percaya dengan pengorbanan si nenek tua demi menengok dan mendo'akanku.
frenz..mungkin kalian bertanya-tanya kenapa si nenek melakukan itu buatku. maaf semua alasan itu tidak akan aku ceritakan. biarlah aku, nenek tua dan Allah yg tahu.
yang pasti pesan dari tulisan ini ..."marilah kita terus belajar menghargai, membantu dan menyayangi semuanya tanpa melihat status..."...orang kaya memberi sesuatu itu tidak aneh..biasa aja, tapi jika orang papa, miskin memberikan sesuatu..itu berarti luar biasa.
Nek..terima kasih buat semuanya.
semua itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku, karena tanpa kau sadari, kau telah memberikan pelajaran berharga buatku.