Ngomongin soal ibu...begitu banyak yg ingin aku tulis, karena memang jasa ibu tidak terhitung, dan tidak mungkin aku tuliskan satu persatu.Tidak tau tepatnya kapan, yang pasti kejadian ini udah berlalu sangat lama..yah mungkin saat itu aku masih duduk di bangku sekolah SD kelas 5.
aku terlahir sebagai anak paling kecil, makanya kadang temen-temen memanggil diriku si bungsu.Kecil ku jauh sekali dari kemewahan, karena memang keluargaku bukan keluarga orang berada. Getirnya hidup dan pahit nya perjalanan menuju kebaikan udah biasa aku alami.
Menjadi anak bungsu saat itu sangat menyenangkan, karena apapun yg aku inginkan selalu di berikan oleh orang tuaku. Padahal sebenarnya keadaan saat itu susah sekali, tapi saat itu aku tidak mau mengerti keadaaan susahnya orang tua mencari nafkah, pokoknya saat itu apapun yang aku inginkan harus aku dapatkan. Makanya saudara2 kandungku kadang iri karena hanya aku yg lebih di perhatikan soal kebutuhan.
Aku manja...itu kecilku dulu, karena mungkin merasa anak paling kecil.
aku nakal jika ingin sesuatu tidak terpenuhi, ngambek ku besar, gengsi ku tinggi, malah kadang harus menyiksa rasa dan tubuhku. pernah suatu saat, aku ngambek dan tidak mau makan sama sekali jika keinginanku belum dikabulkan, padahal perutku saat itu lapar sekali...tapi gengsiku terlalu besar, aku tidak akan menyerah dengan demoku sebelum keinginanku tercapai. bahkan pernah tidur semalamannya di kolong meja yg hanya berubin semen tipis, sampai ibu terbaikku menemaniku tidur di sampingku. tapi orang tuaku tidak pernah memarahiku, terutama ibu, dia baik sekali dan tidak berani memarahiku, tidak seperti kepada saudara2 kandungku.
Suatu saat...disaat temen2 ku punya sepeda, dan akupun ingin minta di belikan sepeda.
keadaan sangat sulit saat itu, boro2 untuk beli sepeda, untuk makan sehari2 dan untuk biaya sekolah 3 sodara2ku saja tidak ada. makanya abahku marah karena aku tidak mau mengerti kesulitan saat itu. aku marah...semua barang yang ada aku banting dan aku lemparkan.
tapi ibu tetap tidak bisa marah kepadaku, dia hanya diam.
sampai saat suatu hari nakalku tidak terbendung...dan sabar ibuku udah sampai di batasnya, dan kemudian saat itupun amarah ibu timbul sedikit demi sedikit yang akhirnya sampai kepada suatu kejadian...ibu terbaikku memukulku dgn boneka bebek plastik yg ada batere-nya. pukulannnya tidak keras...tapi karena logam batere yg menempel di boneka bebek itu tepat sasaran di jidatku...berdarahlah jidatku, cucuran darah membasahi mukaku. dan sampai saat inipun bekas luka masih membekas. cukuplah bekas luka itu sebagai kenangan untuk pelajaran, jika saat itu adalah awal dari perubahan sikap dan fikirku yang aku bawa sampai saat ini.
Aku tidak menangis, karena memang aku tidak merasakan sakit saat itu.
malah ibuku yang menangis sambil memeluk erat tubuhku...dia benar2 menangis.
melihat ibuku yang jarang marah dan melihat dia menangis, akhirnya akupun ikut menangis...menangis bukan karena sakit, tapi karena melihat ibu terbaikku menangis.
Aku menyesal sejak saat itu.
Sejak saat itu, 181 derajat pola hidup dan pola fikirku berubah.
aku lebih dewasa dari usiaku saat itu, terutama dalam bersikap dan berfikir....dan sejak saat itu aku berusaha menjadi anak yang penurut, selalu melakukan apa yang orang tuaku perintahkan, terutama ibu..selalu ada ketakutan sampai sekarang jika harus dusta dan melanggar perintahnya.
Sejak saat itu yang ada di kepalaku adalah bagaimanapun caranya aku harus buat bangga orang tuaku, terutama ibuku.
Ibuku pernah bangga dengan diriku karena suatu hal..dia semakin menyayangiku dan bangga dengan diriku sampai2 saudaraku yang lain merasa tersisih, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Ibuku selalu sama merawat dan menyayangi semua anak2 nya.
Sampai akhirnya aku dewasa...
usia dimana diriku harus lepas dari tanggung jawab orang tua dan harus bertanggung jawab dengan semua hidupku sendiri..baik atau buruk hidupku yang akan aku dapatkan adalah aku yang menentukan.
Itu pesan ibuku saat aku beranjak dewasa.
Dengan tekad dan semangat yang kuat...apapun yg terjadi, saat dewasa itulah aku yang harus menggatikan peran abahku dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Aku bangga dengan semuanya, ada kepuasan bathin saat jerih payahku bermanfaat buat orang lain terutama buat keluarga dan orang tuaku. hasilku memang tidak tersurat, tp tersirat.itu ada dalam hatiku, melebur dan mengalir dengan darah dalam tubuhku.
Sekuat tenaga aku lakukan buat mu..ibu dan abahku.
terima kasih buat semuanya...atas semua jasamu buatku.
mungkin kalian tidak tau..saat kalian tidur, tanpa kalian ketahui...aku menyelinap kedalam kamarmu unduk melihat tidur kalian berdua...aku hanya ingin melihat adakah senyum dalam tidur kalian..itu kebisaan yg slalu aku lakukan sampai saat ini, biar aku bisa lebih semangat menjalani hidup hanya untuk kalian.
maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa membahagiakan mu.
tapi percayalah abah dan ibuku...selagi darahku mengalir, jantungku berdetak dan nafasku berhembus aku akan selalu berusaha sebaik mungkin untuk kalian.
Peluk aku terus dengan doa kalian berdua...
Dekap aku terus dengan tubuh keriput kalian berdua...
keringat kalian yg dulu telah menyejukan hatiku saat ini...
Salam hormat buat Abah dan Ibuku....!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar